Kapal Pulo Rondo Nyaris Hantam Dermaga
Kapal cepat KMP Pulo Rondo yang melayani rute Sabang-Banda Aceh, Selasa (17/12) sore, nyaris menabrak dermaga
BANDA ACEH - Kapal cepat KMP Pulo Rondo yang melayani rute Sabang-Banda Aceh, Selasa (17/12) sore, nyaris menabrak dermaga di Pelabuhan Ulee Lheue, saat kapal yang mengangkut 66 penumpang itu memasuki pelabuhan tersebut.
Pada detik-detik terakhir, nakhoda kapal, Kapten Fahruddin, langsung melakukan manuver ke arah kanan hingga kapal berhenti karena kandas di pasir, di ujung barat kolam labuh Pelabuhan Ulee Lheue. Kapal pun selamat dari benturan.
Tidak ada korban luka akibat kejadian ini, namun seluruh penumpang terlihat trauma. Informasi diperoleh Serambi, kejadian ini disebabkan adanya kerusakan pada sistem elektrik kendali kapal. Sehingga kapal yang dikendalikan dengan sistem komputer itu tidak bisa berhenti.
Seorang penumpang, Iqbal mengatakan, kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Balohan (Sabang) pukul 16.30 WIB dan tiba di perairan Ulee Lheue satu jam kemudian, tanpa ada tanda-tanda kerusakan.
“Saat memasuki kolam labuh, kapal terus melaju dan tidak bisa mengurangi kecepatan hingga kapal itu semakin dekat ke dermaga. Seluruh penumpang panik. Untung saja nakhoda membelokkan kapal, sehingga tidak jadi menabrak dermaga. Namun, seluruh penumpang trauma dengan kejadian ini,” kata Iqbal.
Sebelum dievakuasi, para penumpang yang panik sempat tertahan di dalam kapal selama hampir satu jam, karena kapal yang kandas itu tidak bisa ditarik ke dermaga untuk menurunkan penumpang. Sebanyak 66 penumpang beserta 11 kru kapal, baru diturunkan dari kapal tersebut, setelah rubber boat milik Basarnas Aceh datang membantu proses evakuasi. Pukul 19.30 WIB, kapal tersebut dilaporkan telah berhasil ditarik kembali ke dermaga.
Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Azwar SH mengatakan, keputusan nakhoda yang mengandaskan kapal ke daerah berpasir untuk menghindari benturan, dinilai sudah tepat.
“Padahal, jarak kapal dengan dermaga hanya beberapa meter saja. Beruntung, tidak terjadi benturan antara kapal dengan dermaga ataupun tanggul pelabuhan. Sehingga seluruh penumpang selamat tanpa ada korban,” ujarnya, kepada Serambi.
Azwar juga memastikan bahwa kapal tersebut untuk sementara tidak berlayar, hingga diperoleh hasil pemeriksaan dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), yang berwenang melakukan pemeriksaan atas terjadinya kecelakaan kapal.
“Peristiwa ini telah dilaporkan ke BKI yang berkantor di Medan, dan mereka akan segera turun untuk menyelidiki penyebab kejadian ini. Dan untuk sementara, kapal tidak boleh berlayar,” tegasnya.(yat)