KAI
Keluarga Bahagia Menurut Syariat
saya seorang isteri yang telah berumah tangga lebih dari 10 tahun, punya rumah, dan juga beberapa orang anak
Betapa tingginya nilai keberkatan kasih sayang seseorang anak terhadap ibu bapaknya sudah diterangkan oleh Islam melalui sebuah hadis yang sudah kerap kali kita dengar yaitu: “Apabila mati seseorang Muslim, maka terputuslah hubungannya kecuali tiga perkara yang bisa menyelamatkannya yaitu amal shalih, sedekah dan doa anak yang shalih.”
Keempat, kasih sayang terhadap saudara dan tetangga. Islam senantiasa menganjurkan supaya umatnya menjalin hubungan kasih sayang, silaturahmi dan saling memberi satu sama lainnya. Kasih sayang itu bukan sekedar perlu dipupuk antara suami dan istri, ibu bapak dan anak serta anak dan ibu bapak saja, tetapi silaturahmi terhadap saudara yang lain termasuk tetangga juga sangat digalakkan oleh Islam karena hasil dari ikatan kemesraan itu nanti akan menumbuhkan kekuatan ummat yang padu.
Ini jelas disebutkan oleh Nabi saw dalam hadis yang berbunyi: “Tidak sempurna iman seseorang sehingga dia mencintai saudara serta tetangganya sama seperti dia mencintai dirinya sendiri.” Dalam hadis lainnya: “Mereka yang baik diantara kamu ialah Muslim yang menyelamatkan Muslim lain dari perbuatan jahat oleh lidah dan tangannya.”
Kasih sayang yang dianjurkan Islam juga terbukti dengan amalan yang mewajibkan kita menunaikan zakat, infak dan sedekah. Karena dengan amalan-amalan tersebut, mereka yang berkecukupan akan dapat membantu golongan orang miskin dan dhaif.
Dalam sebuah hadis Nabi saw bersabda: “Tidaklah sempurna iman seseorang Muslim jika ia bahagia dan merasa kenyang tetapi di sebelah rumahnya ada tetangganya yang sedih dan lapar.” Hadis lainnya; “Amat besar pahala yang akan diberikan kepada seorang Muslim yang apabila aroma masakannya tercium oleh tetangga sebelahnya lalu dia bergegas untuk menyedekahkannya semangkuk.”
Kelima, kasih sayang terhadap masyarakat dan lingkungan. Kasih sayang terhadap masyarakat dan seluruh manusia juga digalakkan oleh Islam. Untuk menjamin kerukunan hidup bermasyarakat, Islam juga mencegah kita berbuat kerusakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Oleh karena itu Islam melarang kita mengumpat, berkata-kata bohong, fitnah, hasad dan dengki sesama manusia, menjatuhkan martabat orang lain, mencuri, merampok, menganiaya sesama manusia serta membunuh.
Mengingat besarnya nilai penyayang dan kecintaan Islam terhadap hubungan baik sesama masyarakat manusia, maka memberikan senyuman dan mengucapkan salam kepada orang lain serta tolong-menolong kepada sesama adalah ibadah yang mendapat ganjaran kebaikan dari Allah.
Demikian, semoga rumah tangga saudara, dan rumah tangga kita semua kaum muslimin dan muslimat selalu berada dalam bahagia, sentausa, saadah dan rafahiyah dibawah naungan keredhaan Allah Swt. Amiin, ya Rabbal ‘alamiin. Wallahu a’lamu bish-shawaab.