Serambi Property
REI Targetkan 170 Ribu Rumah Murah
Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) menargetkan pembangunan 170.000 unit rumah murah bersubsidi pemerintah bagi masyarakat
* Aceh belum Jelas
JAKARTA - Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) menargetkan pembangunan 170.000 unit rumah murah bersubsidi pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sedangkan untuk kawasan Aceh masih belum jelas, seiring belum adanya rencana pembangunan yang tepat.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat REI yang baru terpilih, Eddy Hussy di Banten mengungkapkan, sebanyak 170.000 unit rumah murah itu dapat dimiliki oleh masyarakat dengan dua mekanisme pembayaran. Pertama, menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan kedua menggunakan fasilitas KPR komersial.
“Kami masih akan bangun rumah murah dan untuk KPR komersial sekitar 110.000 unit dan KPR FLPP sekitar 60.000 unit,” terang Eddy. Eddy menambahkan, REI optimistis rumah dengan KPR komersial akan tetap dapat dijangkau oleh masyarakat. Akan tetapi pihaknya mengungkapkan kekhawatiran tidak terserapnya unit rumah dengan spesifikasi KPR FLPP.
Dia menanggapi realisasi penyerapan dana program FLPP tahun ini yang dikhawatirkan tidak sesuai target. “Dana yang disiapkan pemerintah untuk KPR FLPP tahun depan cukup atau tidak untuk menyerap pasokan dari kami? Itu permasalahannya. Kalau pasokannya, kami siap,” ungkap Eddy.
Sementara itu, Ketua REI Aceh, Zulfikar SE AK pada akhir pekan lalu menyatakan pembangunan rumah murah terus dicanangkan, dengan kawasan bukaan baru di Mata Ie, Aceh Besar, berjumlah 500 unit. Tetapi, target rumah murah yang dibangun untuk 2014 masih belum jelas, seiring harga lahan terus melambung di kawasan Banda Aceh dan sekitarnya.
Sedangkan Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardi yang telah membangun sejumlah perumahan murah di Aceh, tidak berhasil dihubungi Serambi pada Sabtu (21/12) malam melalui telepon selular, karena HP tidak aktif.(rumah.com/muh)