Serambi Kuliner

RASA LIDAH MEREKA

SAYA suka makan lompong karena pengolahannya tidak menggunakan bahan pengawet atau penyedap rasa

Editor: hasyim

Pengganti Sarapan
SAYA suka makan lompong karena pengolahannya tidak menggunakan bahan pengawet atau penyedap rasa. Makanan ini lebih baik untuk kesehatan. Selain itu, Lompong Sagu bukan sekadar cemilan biasa, namun dapat pula menjadi pengganti sarapan. Memakan tiga bungkus Lompong Sagu bisa menahan lapar hingga siang hari. Kadang, kalau pagi, kan, tidak sempat makan atau pas kurang selera, jadi makan lompong bisa menjadi pengganti
(khalidin)

-- Herlina
Ibu Rumah Tangga

Tepat Bagi Pekerja Sibuk
MAKANAN ini tepat bagi para pekerja yang tidak sempat sarapan. Selain itu, lompong juga sangat baik dikonsumsi karena bahan bakunya yang berasal dari sagu dan pisang bisa sekaligus sebagai makanan berat. Apalagi, sagu yang dikonsumsi akan mengembang saat berada dalam perut. Sehingga, bagi mereka yang mengidap penyakit maag, lompong sagu dapat menjadi salah satu pengganti kudapan di kala perut terasa lapar terutama pagi hari.

Menu makanan ini, tak kalah dengan roti dan jajanan moderen lainnya. Bahkan, memakan lompong jauh lebih beruntung lantaran tidak ada pengembang, sehingga isinya lebih padat. Roti ukuran yang besar karena pengembang, padahal isinya tidak seberapa, bahkan jika ditekan akan kempes. Lompong ini akan lebih enak kalau dimakan saat hangat dengan secangkir kopi. Apalagi pas cuaca mendung dan hujan.(*)

-- Yusri
Aktivis Pemuda

Warisan Lokal Perlu Dilestarikan
BUDAYA menyantap makanan khas daerah atau tradisional perlu dilestarikan. Selama ini, pola konsumsi masyarakat yang mulai berubah darimakanan tradisional ke lebih modern, bukan prilaku sehat. Sebab, sarat dengan pengawet dan penyedap rasa sehingga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Selain itu, sering kemajuan zaman, membuat banyak generasi muda yang tidak mengenal makanan tradisional dari derahnya sendiri, seperti halnya lompong sagu. Bahkan, tak jarang enggan mengonsumsi karena dianggap kampungan. Padahal, penganan tradisional seperti lompong sagu sangat baik bagi kesehatan lantaran tanpa pengawet dan penyedap rasa. Lompong sagu ini bukan sekadar menu cemilan, namun termasuk membantu budaya masyarakat yang selama ini ketergantungan memakan nasi.(*)

-- Tgk Maksum LS
Tokoh Masyarakat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved