Serambi Property
Apersi Targetkan 1.700 Rumah Murah
Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Aceh menargetkan pembangunan 1.700 unit rumah
* Wilayah Timur dan Barat Aceh
BANDA ACEH - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Aceh menargetkan pembangunan 1.700 unit rumah yang tersebar di wilayah timur dan barat Aceh pada 2014 mendatang. Harga rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu, dipatok antara Rp 95 juta sampai Rp 115 juta/unit, tergantung lokasi.
Ketua Apersi Aceh, Ir Afwal Winardi MT, Sabtu (28/12) menyatakan animo masyarakat terhadap rumah murah terus meningkat, khususnya di beberapa kabupaten di Aceh.
Apersi Aceh yang awalnya menjadikan kawasan Suka Makmue, Nagan Raya sebanyak 197 unit dan Air Tenang, Kuala Simpang, Aceh Tamiang 250 unit dengan harga Rp 88 juta/unit sebagai pilot proyek rumah murah pada pertengahan tahun 2013, saat ini terus meluas ke kabupaten lainnya.
Sejumlah perusahaan perkebunan dan lainnya juga meminta Apersi Aceh membangun rumah murah untuk para karyawannya, seperti di kawasan barat Aceh. Afwal menjelaskan, rumah murah di Desa Alue Lhok Gunong Meuh, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat sebanyak 225 unit untuk karyawan PT Karya Tanah Subuh, telah dimulai dengan pembukaan lahan.
Demikian juga di Desa Ujung Fatihah, Kecamatan Kuala, Nagan Raya akan dibangun rumah murah sebanyak 200 unit atau bertambah dari rencana awal 120 unit oleh PT Petra Alam Bestari. Dia menyatakan kawasan barat Aceh masih berpusat di Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, sedangkan Abdya dan Aceh Selatan belum ada rencana.
Afwal menambahkan untuk wilayah pesisir timur Aceh, dimulai dari kawasan Aceh Besar atau pinggiran Banda Aceh. Disebutkan, rumah murah di Desa Lam Trieng, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar sudah memasuki tahap pembangunan dengan rencana 300 unit.
Disebutkan, rumah murah di kawasan Aceh Besar dibandrol Rp 115 juta/unit atau naik dari sebelumnya, Rp 88 juta - Rp 110 juta/unit. Dia mengungkapkan juga akan membuka lahan di kawasan Mata Ie, Aceh Besar sebanyak 250 unit. Bahkan, sebutnya, juga akan dibuka lahan di kawasan Cot Iri, Kutabaro, Aceh Besar sebanyak 300 unit.
Sedangkan untuk wilayah Kota Lhokseumawe dibangun di kawasan Jeulikat sebanyak 180 unit dengan harga Rp 95 juta/unit. Kemudian di wilayah Idi, Aceh Timur, tepatnya di Desa Kampung Jalan sebanyak 270 unit. Terakhir di Aceh Tamiang, tepatnya Desa Sekarak Pasi sebanyak 150 unit.
Dia kembali menjelaskan bahwa harga rumah murah telah mengalami kenaikan dari Rp 88 juta/unit menjadi Rp 95 juta sampai Rp 115 juta/unit. Afwal menjelaskan, untuk wilayah Aceh Besar, rumah murah type 36 m2 dipatok Rp 115 juta/unit, sedangkan di luar Aceh Besar, Rp 95 juta/unit.
Dia menjelaskan, model rumah murah di kawasan Aceh yang masuk program 2014 akan berbentuk lebih minimalis, walau bertype 36 m2 dan tidak gandeng, tetapi terpisah. Disebutkan, desain rumah murah 2014 berasal dari DPP Apersi di Jakarta dan dibangun oleh seluruh anggotanya di Indonesia dengan model sama, termasuk di Aceh.
“Desain baru rumah murah ini harus dibangun oleh seluruh anggota Apersi tanpa kecuali, sehingga warga akan mengetahui, inilah rumah murah yang dibangun Apersi,” ujarnya. Dia mengaku optimis atas pasar rumah murah pada 2014 mendatang, walau perekonomian Indonesia masih lesu, seiring dolar terus menguat terhadap rupiah, sehingga harga bahan bangunan juga ikut terdongkrak naik.
“Saya optimis, permintaan pembangunan rumah murah pada 2014 akan terus berdatangan dari kabupaten/kota lainnya di Aceh,” harapnya. Dia juga mengaku siap membangun rumah murah di kawasan lainnya, sehingga rencana pemerintah menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat akan tercapai secara bertahap, terutama di Aceh.(muh)