Pilkada Subulussalam
Merah Sakti/Salmaza Tetap Unggul
Pasangan calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Subulussalam nomor urut 3, Merah Sakti SH/Drs Salmaza unggul telak atas pasangan H Affan
* Hasil Pemungutan Suara Ulang
SUBULUSSALAM - Pasangan calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Subulussalam nomor urut 3, Merah Sakti SH/Drs Salmaza unggul telak atas pasangan H Affan Alfian SE/Pianti Mala Pinem dalam pemungutan suara ulang (PSU) di Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Senin (30/12) kemarin.
Sehari sebelumnya, perolehan suara pasangan SAZA ini juga tidak bergeser pada saat dilakukan penghitungan ulang suara di enam tempat pemungutan suara (TPS) dalam Kecamatan Simpang Kiri.
Berdasarkan data yang diperoleh Serambi dari dua TPS yang menjadi lokasi pemungutan suara ulang, pasangan SAZA meraup 356 suara. Padahal, pada pilkada 29 Oktober lalu, SAZA hanya memperoleh 172 suara dari 632 pemilih yang tercantum pada daftar pemilih tetap (DPT) Desa Namo Buaya. Sementara pasangan nomor urut 1 (H Affan Alfian/Pianti Mala) yang merupakan rival beratnya meraih 222 suara. Pada pilkada 29 Oktober lalu, pasangan AMAL ini meraih 175 suara.
Tapi peningkatan perolehan suara pasangan AMAL ini tidak membawa perubahan signifikan untuk menyalip SAZA yang sebelumnya telah memiliki “stok” sebanyak 191 suara. Apalagi, pada penghitungan ulang perolehan suara SAZA juga hanya berkurang satu suara.
Pantauan Serambi, perolehan suara pada pemungutan suara ulang terkosentrasi pada dua pasangan kandidat, yakni pasangan SAZA dan AMAL. Sedangkan dua pasangan lainnya, Asmauddin/Salihin Berutu (ASLI) dan Syarifuddin/Musmulyadi Jabat (SYALAD) hanya memperoleh masing-masing dua dan satu suara. Empat suara dinyatakan rusak.
Partisipasi pemilih pada pemungutan suara ulang ini meningkat dari 535 menjadi 585 suara atau naik 50 suara. Dengan perolehan suara pada pemungutan ulang suara itu dipastikan tidak menggoyahkan pasangan Merah Sakti/Salmaza menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam periode 2014-2019.
Amatan di lapangan, proses pemilihan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Aparat kepolisian, Brimob, TNI, dan Satpol PP menjaga ketat lokasi pelaksanaan pemungutan suara ulang Pilkada Subulussalam di Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat kemarin. Penjagaan ekstra dilakukan sejak Minggu (29/12) malam dengan menggelar razia bagi kendaraan yang melintas di daerah itu.
Penjagaan bukan saja di jalan dan sejumlah titik dalam desa, tapi juga di lokasi pemungutan suara ulang. Bahkan, Kapolres Aceh Singkil, AKBP Anang Triarsono SIK bersama sejumlah perwiranya berada di seputaran kompleks pondok pesantren memantau keamanan selama pemungutan suara ulang berlangsung.
Jalan nasional Tapaktuan-Medan di Desa Namo Buaya kemarin macet akibat banyaknya kendaraan yang terparkir di lokasi pemungutan suara ulang, tepatnya di kompleks Ponpes Darul Aman.
Antusiasme pemilih mendatangi TPS sangat tinggi. Terbukti dari bertambahnya jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya. Selain itu, Desa Namo Buaya yang menjadi penentu calon pemimpin Kota Subulussalam lima tahun mendatang--lantaran di sinilah dilakukan pemungutan suara ulang atas putusan Mahkamah Konstitusi--menjadi tenar dan mendapat perhatian besar dari masyarakat Kota Subulussalam.
Kerumuman massa, termasuk para pejabat, makin membeludak pada siang menjelang penghitungan di dua TPS Desa Namo Buaya yang digelar tepat pukul 14.00 WIB. Selain masyarakat umum, tampak pula sejumlah petinggi militer memantau pelaksanaan pemungutan suara ulang di Desa Namo Buaya.
Danrem 012/TU, Kol Inf Bambang Ismawan, misalnya, turut memantau ke Namo Buaya ketika proses pemungutan suara berlangsung. (kh)