Serambi Kuliner

Bukan Sarang Burung, Ini Keukarah Aceh

UNIK dan aneh. Kesan itu terlihat ketika pertama kali tamu dari Malaysia melihat kudapan khas Aceh

Bukan Sarang Burung, Ini Keukarah Aceh

ACEH merupakan salah satu daerah di nusantara yang memiliki tradisi kuliner yang kuat. Begitu pula dalam hal panganan ringan atau cemilan. Salah satu cemilan tradisional khas Aceh yang masih bertahan hingga kini adalah keukarah atau kue karah. Kue kering yang memiliki rasa manis dan renyah ini menjadi teman yang pas saat bersantai sambil menikmati secangkir kopi khas Tanah Rencong. Kini, kue dimaksud mulai langka. Teksturnya yang garing dan renyah dipadu bentuknya nan unik menyerupai sarang burung, membuat kue ini kian diminati. Pada Serambi Kuliner edisi pekan ini, Azwani Awi, menyajikan kudapan keukarah untuk pembaca.

UNIK dan aneh. Kesan itu terlihat ketika pertama kali tamu dari Malaysia melihat kudapan khas Aceh yang ditabalkan keukarah. Melihat bentuknya, wisatawan tersebut langsung bertanya, “Apa ini? Apakah ini sarang burung wallet?”

Pertanyaan itu tak berhenti di sana. Ketika seorang pemandu wisata menjelaskan bahwa keukarah merupakan penganan khas Aceh, sang tamu kembali melemparkan tanya, “Kue ini terbuat dari  sarang burung walet, kah?”

Pertanyaan tersebut merupakan suatu kewajaran lantaran menarik perhatian. Jika dilihat dari teksturnya, keukarah memang menyerupai sarang burung. Cuma, bentuknya lebih beraturan, bisa divariasikan sesuai selera. Ada yang berbentuk bulan sabit, gulungan, piringan, dan segitiga. Namun, tak ada campuran sarang burung walet dalam adonannya.

Keukarah adalah penganan terbuat dari campuran tepung dan santan. Ukurannya satu telapak tangan orang dewasa. Rasanya sangat renyah, manis, garing, dan rapuh. Karena bentuknya yang unik, kue ini sering dijadikan oleh-oleh yang bisa dibawa ke mana saja.

Untuk membuat kue keukarah ini cukup sulit. Dibutuhkan ketelitian dan kesabaran khusus menyelesaikannya. Bahan-bahan seperti tepung beras, gula, dan air diaduk satu menjadi adonan kental dan tidak terputus. Dengan bantuan wadah berlubang atau yang biasanya dipakai tempurung kelapa yang dibuat khusus, adonan tadi dialirkan ke dalam minyak goreng yang telah dipanaskan secara pelan-pelan, membentuk lempengan mirip serabut.Setelah matang, lempengan dilipat membentuk segidua atau segitiga.

Membuat keukarah ini harus dengan kesabaran. Sebab, kue tersebut hanya bisa digoreng satu-persatu dalam satu penggorengan, sehingga butuh waktu relatif lama. Kerumitan proses pembuatan menyebabkan keukarah sulit ditemukan di etalase toko kue, kecuali pada waktu-waktu tertentu, semisal Lebaran.

Tapi, bagi Anda yang tidak mau repot-repot dengan penggorengan, bisa memesannya atau membeli di toko-toko makanan ringan dan souvenir khas Aceh. Lazimnya, jenis kue ini bisa dijumpai di pasar tradisional atau penjual kue khas seperti di Lampisang, Aceh Besar, sekitar objek wisata sejarah Rumah Cut Nyak Dhien, di jalan raya dari Banda Aceh menuju ke Meulaboh. Sedangkan di supermarket atau toko kue biasa, sulit dijumpai. Meski demikian, penganan ini bisa dijumpai di berbagai daerah di Serambi Mekkah.

Biasanya, kuliner ini bisa ditemui pada sejumlah perayaan pesta perkawinan. Dari beraneka jenis kue khas yang dibubuhkan sebagai hantaran pada pesta perkawinan, keukarah menjadi satu jenis makanan yang diserahkan oleh calon pengantin kepada calon istrinya.

Tidak hanya itu, menjelang hari raya atau acara-acara adat dan kenduri di Aceh, keukarah ini kerap menjadi salah satu sajian yang sering dijumpai. Dengan secangkir kopi atau teh, keukarah bisa jadi pilihan tepat untuk menikmati rasa renyahnya.

Kini, kue ini telah bertransformasi dalam berbagai bentuk sesuai keperluan. Bahkan, menjadi pilihan oleh-oleh bagi wisatawan. Banyaknya permintaan membikin pembuat kue tradisional kian semangat untuk terus menjual kue khas Aceh yang mulai dilupakan oleh masyarakat.

Mau coba gurihnya keukarah? Yuk cicipi kue eumpung miriek ini.(*)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved