Minggu, 7 Juni 2026

Legenda PSAP Telah Pergi

INNA lillahi wa inna ilayhi raji’un. Legenda PSAP Sigli di era 60-an, T Zainuddin bin TM Sulaiman meninggal dunia pada usia 71 tahun

Tayang:
Editor: hasyim

INNA lillahi wa inna ilayhi raji’un. Legenda PSAP Sigli di era 60-an, T Zainuddin bin TM Sulaiman meninggal dunia pada usia 71 tahun pada Rabu (15/1) malam di Rumah Sakit Umum (RSU) Teungku Chiek Di Tiro, Sigli, setelah mengalami sakit.

Bagi pecinta sepakbola di Pidie dan Aceh, sosok Ampon Nud--sapaan akrab T Zainuddin--sangat disegani ketika berada di lapangan hijau. Hal ini tak lepas dari kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. Sebagai tukang gedor, kualitasnya untuk membobol gawang memang tak diragukan lagi.

Ya, ayah sembilan anak itu memiliki senjata rahasia. Tak dipungkiri lagi, kalau Ampon Nud mempunyai kemampuan saat melepaskan tendangan geledek. “Ketika saya masih yunior, kami diajari bagaimana menembak bola yang benar. Beliau benar-benar memiliki tendangan keras serta akurat,” cerita dua anak didik Ampon Nud, Dahlan Jalil dan Armand, tadi malam kepada Serambi.

Seperti diketahui, Ampon Nud berkiprah di pentas dunia sepakbola selama 19 tahun, yakni sejak 1960 hingga 1979. Di mana Ampon Nud telah memberikan konstribusi dalam mengharumkan nama daerah baik level Aceh ataupun nasional. Tak ayal, ketika kabar beliau telah kembali menghadap Ilahi Rabbi tersebar dengan cepat.

Sejak itulah, insan sepakbola yang berada di seluruh Kabupaten Pidie langsung menuju ke rumah duka di Gampong Blang Paseh. “Ya, malam itu, beliau langsung dikebumikan di pemakaman keluarga di Peukan Soet, Kecamatan Simpang Tiga,” kata pengurus Pengcab PSSI Pidie, Usri Usman sembari melaporkan sangat banyak tokoh beserta insan sepakbola hadir ke sana.

Hanya saja, Ampon Nud harus pensiun pada tahun 1979. Ya, pilihan terpaksa harus dilakukan karena dia mengalami cedera patah kaki.

Setelah itu, Ampon Nud dipercayakan melatih tim PSAP Sigli. Saat itu, beliau memulai mengasah kemampuan anak-anak Pidie seusai ia menerima saran dari sahabatnya, EE Mangidaan yang kini menjabat sebagai Menteri Perhubungan.

Selama 20 tahun mengasuh bonden Pidie, lewat tangan dinginya telah melahirkan sejumlah pemain bertalenta seperti Yusmadi (Pelatih tim PS Pidie Jaya), Zulfikar Rajab (Staf Wali Kota Banda Aceh), Abdur Rahman Lampoh Krueng, Ridwandi Abbas, Yusri Bambi, Armand, mesin gol A Gamal, Jalil bersaudara, Mustafa-Dahlan. Tidak ketinggalan putranya, T Abdul Chair, T Makhzurat, dan T Muzis.

Semasa jayanya ketika itu, Ampon Nud telah mampu berkiprah dengan sejumlah pemain nasional seperti dengan Tumsila, Nobon, Zulkarnain Pasaribu, Parlin Siagian, dan Roni Pattinasarani. Boleh jadi Ampon Nud memang disegani oleh lawan ketika berada di lapangan hijau.

Kecuali sejumlah gelar, dia mampu mengukir prestasi seperti mampu memperkuat tim sepakbola Aceh ke Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 1972 di Surabaya. Marah Halim Cup di Medan, Aga Khan Cup di Delhi, India pada tahun 1980. Dan yang paling mengesankan ketika berhasil meloloskan PSAP ke babak delapan besar di Palembang tahun 1971 usai merebut juara.

“Pesan pribadi sang ayah kepada kami yang kental dan paling melekat di hati adalah jika menjadi pelatih, ke depankan disiplin secara ketat. Sebab, disiplin satu-satunya kiat untuk melahirkan pemain hebat yang mampu disegani kawan dan lawan,” ungkap T Abdul Chair, putra pertama Ampon Nud kepada Serambi, Jumat (17/1).(Idris Ismail)

data diri
Nama           : T Zainuddin bin TM Sulaiman
Panggilan akrab: Ampon Nud
Lahir          : Blang Paseh, Kota Sigli, Pidie,  31 Desember 1943
Tutup Usia     : Rabu, 15 Januari 2014
Nama Istri     : Cut Khairuni

anak:
1. T Abdul Chair
2. T Makhsurat
3. T Muzis
4. T Khaidir
5. T Machruzar
6. Cut Rahmi
7. T Rahmad
8. T Mahmud
9. T Fachriza

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved