Dampak Kemarau, Areal Kebun Sawit Abdya Terbakar
Upaya pemadaman yang dilakukan warga secara manual terkendala karena sulit mendapatkan sumber air
Tayang:
Editor:
Faisal Zamzami
Laporan : Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE- Areal perkebunan kelapa sawit milik masyarakat di kawasan Jalan 30, Kecamatan Babahrot atau kawasan Desa Persiapan Lhok Gayo dan Desa Persiapan Rukun Damee (Genang Jaya), kabupaten Abdya mulai terbakar. Peristiwa kebakaran yang menimbulkan kerugian bagi para petani tersebut dipicu suhu panas yang melanda Kabupaten Abdya lebih dari dua pekan terakhir.
Informasi diperoleh Serambinews.com, Jumat (7/2/2014) tadi, areal kebun kelapa sawit yang dilumat api di kawasan Jalan 30 Desa Persiapan Lhok Gayo adalah milik Mustafa, Muslim dan Darmi. “Api berasal dari lahan kosong yang terbakar, lalu merayap ke dalam areal kebun sawit milik warga di sekitar lokasi,” ungkap Mustafa, dari areal perkebunan.
Dilaporkan titik api yang membakar lahan bergambut muncul di beberapa titik, sehingga kawasan Jalan 30 dibalut kabut asap. Sejumlah, petani pemilik lahan sawit, ramai-ramai turun ke lokasi dan bekerja keras memadam api yang membakar lahan dan sebagian lagi mencegah rambatan api agar tidak masuk ke dalam areal perkebunan.
Upaya pemadaman yang dilakukan warga secara manual terkendala karena sulit mendapatkan sumber air, setelah saluran pembuang di kawasan areal perkebunan kering kerontang. Sementara kebakaran cepat meluas membakar lapisan lahan gambut yang sangat kering diterpa suhu panas, setelah lebih dua pekan terakhir tidak diguyur hujan.
Upaya pemadaman yang dilakukan warga secara manual terkendala karena sulit mendapatkan sumber air, setelah saluran pembuang di kawasan areal perkebunan kering kerontang. Sementara kebakaran cepat meluas membakar lapisan lahan gambut yang sangat kering diterpa suhu panas, setelah lebih dua pekan terakhir tidak diguyur hujan.
Lahan kosong di kawasan Jalan 30 Kecamatan Babahrot yang menjadi lokasi pembukaan areal perkebunan kelapa sawit milik warga, dilaporkan sangat rawan terjadi kebakaran yang bersumber dari lahan kosong yang terbakar. Dalam persitiwa beberapa bulan lalu, puluhan hektare areal sawit milik warga yang berumur 1 sampai 3 tahun rata dengan tanah sehingga petani mengalami kerugian tidak sedikit.(*)