Breaking News:

Limbah PKS Diduga Cemari Sungai Cinendang

Sekitar 80-an warga dan mahasiswa yang tinggal di pinggir sungai (Lae) Cinendang di Kecamatan Simpang Kanan hingga Kecamatan

Editor: bakri

* Warga Singkil Berunjuk Rasa ke Kantor Bupati

SINGKIL - Sekitar 80-an warga dan mahasiswa yang tinggal di pinggir sungai (Lae) Cinendang di Kecamatan Simpang Kanan hingga Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, melakukan unjuk rasa ke kantor bupati Aceh Singkil di Pulau Sarok, Singkil, Selasa (25/2). Unjuk rasa dipicu dugaan pencemaran sungai Lae Cinendang oleh limbah pabrik kelapa sawit (PKS) PT Ensem Lestari di Kuta Tinggi.

Menurut pengunjuk rasa, akibat pencemaran air sungai tidak bisa lagi dikonsumsi dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pencemaran sungai juga mengakibatkan hilangnya mata pencaharian penduduk setempat yang menggantungkan hidup dari mencari ikan di Lae Cinendang.

“Lihatlah apakah bapak pejabat berani minum air sungai Cinendang yang sudah tercemar limbah pabrik PT Ensem Lestari,” teriak pengunjuk rasa sambil menunjukan dua botol berisi air sungai Cinedang berwana hitam.

Demonstran yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Cinendang Menggugat (KMCM) dengan koordinator Suryadi itu, mengatakan, bau limbah kelapa sawit dan asap dari cerobong pabrik menjadi santapan sehari-hari penduduk di sekitar PKS PT Ensem Lestari. Kemudian banyak warga yang mengeluhkan sakit perut dan gatal-gatal setelah menggunakan sungai Cinendang.

“Bapak-bapak pejabat jangan biarkan rakyat kecil mati karena mengkonsumsi air dan udara yang telah tercemar limbah perusahan. Turunlah ke lapangan lihat penderitaan rakyat akibat polusi, masa tidak tahu,” ujar Suryadi.

Pengunjuk rasa menuntut Pemkab Aceh Singkil, segera menyelesaikan persoalan pencemaran tersebut, sebelum jatuh korban lebih banyak lagi. Pendemo menuntut izin PT Ensem Lestari dicabut, memberikan ganti rugi kepada masyarakat di daerah aliran sungai Cinendang dan mendesak polisi serta Kementerian Lingkungan Hidup mempidanakan perusahan. “Kami tunggu turun ke lapangan kalau tidak kami yang akan turun sendiri ke perusahan,” teriak demonstran dari atas truk.

Menyikapi hal itu, Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi, langsung memerintahkan kepala dinas terkait, berangkat ke pabrik kelapa sawit PT Ensem Lestari. Sementara pengujuk rasa sudah berangkat duluan dengan pengawalan pihak kepolisian.

Sungai Lae Cinedang merupakan sumber mata pencaharian ribuan warga Aceh Singkil. Warga pinggir sungai menggantungkan hidupnya dengan menangkap ikan dari sungai tersebut. Sementara air digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga konsumsi.

Perosalan pencemaran sungai dan udara yang diduga akibat limbah pabrik kelapa sawit PT Ensem Lestari, sebelumnya sempat dilaporkan warga kepada Bupati Aceh Singkil, melalui surat tertanggal 15 Februari 2014 lalu. Dalam surat yang ditandatangani sekitar 16 kepala desa di daerah aliran sungai Cinendang, warga menyampaikan keluhan akibat gangguan limbah pabrik ke sungai dan polusi udara. Seperti gatal-gatal, sakit perut, bau busuk dan gangguan penglihatan.

Halaman
12
Tags
limbah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved