Penembakan di Aceh
Polres Aceh Barat Tingkatkan Razia
Polres Aceh Barat bersama Kodim 0105 Aceh Barat, terus meningkatkan razia
* Sita Parang dari Pengendara
MEULABOH - Polres Aceh Barat bersama Kodim 0105 Aceh Barat, terus meningkatkan razia terkait munculnya kasus penembakan di Aceh yang kini mulai meresahkan jelang pelaksanaan Pemilu 2014 ini.
“Setiap malam dan siang hari kita lakukan razia, kita periksa yang menjadi bawaan para pengendara,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai Sik kepada Serambi, Jumat (7/3).
Menurutnya, dalam razia pihaknya ada menyita sejumlah senjata tajam seperti parang dan pada dua malam lalu juga sempat mengamankan tiga orang yang saat akan dirazia malah akan lari, tetapi cepat ditangkap dan dari warga asal Nagan Raya ini diamankan senjata tajam jenis parang dan diamankan ke Polres
Aktifkan pos kamling
Kapolres menyatakan, pos kamling di desa-desa perlu diaktifkan kembali, artinya ini dalam rangka menjaga keamanan secara bersama-sama terutama jelang Pemilu yang sejumlah kasus mulai muncul.
“Mengaktifkan pos kamling guna menjaga keamanan bersama. Artinya ketika ada orang dari luar ingin masuk ke wilayah kita maka dapat segera dicegah,” katanya.
Ia mengatakan, diaktifkan pos kamling ini tidak dimaknai lain tetapi dalam rangka menjaga lingkungan masing-masing sehingga perbuatan yang akan dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab dapat segera diatasi. Namun demikian, pihak polisi dan TNI akan terus melakukan razia sehingga diharapkan tindakan kriminal tidak terjadi di wilayah Aceh Barat jelang Pemilu.
Caleg jangan provokasi
Kapolres juga meminta para caleg yang ikut pemilu serta partai politik dalam menyampaikan pidato politik tidak melakukan provokasi sehingga bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Pasalnya dari beberapa pemantau polisi ditemukan beberapa celeg ketika menyampaikan hal pidato polisi terlibat provokasi.
“Jangan provokasi masyarakat, tetapi sampaikan dengan baik,” katanya.
Kapolres menyatakan, dalam melakukan pertemuan-pertemuan oleh para caleg patuhi aturan termasuk buat izin sehingga pertemuan menjadi legal dan tidak terkesan ilegal.
“Ada yang kita lihat bentuk provokasi ketika pidato politik. Ini akan kita tegur sebab kita berharap pelaksanaan Pemilu berjalan lancar dan sukses,” jelasnya. (riz)