Super Ball

Sang Penumbuh Semangat Juang

PENDUKUNG tim PSAP Sigli, Pidie yang tergabung dalam komunitas Laskar Aneuk Nanggroe (The LAN) sejak 2006 lalu

Editor: hasyim

PENDUKUNG tim PSAP Sigli, Pidie yang tergabung dalam komunitas Laskar Aneuk Nanggroe (The LAN) sejak 2006 lalu, telah menunjukkan dedikasi setianya untuk memompa semangat juang bagi punggawa bonden Pidie. Setiap tim kesayangan masyarakat Pidie tersebut bertanding, mereka selalu jadi garda terdepan dalam memberi semangat dan dukungan moril.

Maka wajar bila eksistensi komunitas suporter ini yang anggotanya berjumlah ratusan lebih itu telah memberikan sumbangsih yang tak terhingga dalam menumbuhkan semangat pasukan Kuta Asan dalam setiap pertandingan, baik di kandang maupun keluar untuk kandang.

Lahirnya komunitas suporter ini tidak terlepas dengan geliat persepakbolaan nasional, khususnya di kabupaten penghasil kerupuk mulieng tersebut. Tepatnya sembilan tahun lalu atau pasa tahun 2006, fansklub ini lahir berbarengan dengan munculnya komunitas-komunitas suporter sepakbola di Tanah Air pada saat itu.

Melihat antusiasnya klub-klub di sejumlah daerah membentuk basis suporter, beberapa pengurus PSAP Sigli kala itu, seperti Zukhri Mauluddinsyah Adan, T Zoel Baharsyah, T Irwansyah SE MSi, dan Mukhlis SPd, terbersit hasrat ikut menggodok satu kelompok pendukung. Empat sekawan ini kemudian mewacanakan agar tim kesayangan masyarakat Pidie itu mesti mmemiliki sebuah wadah pendukung (suporter) untuk menyatukan berbagai komponen pecinta PSAP.

Maka, persis pada 11 April 2007, beberapa pengurus tersebut serta dukungan  sejumlah pecinta PSAP lainnya, menggelar pertemuan di mess tim untuk membentuk wadah suporter. Beragam usulan nama kelompok suporter mencuat dalam pertemuan itu. Namun, dari sekian banyak nama yang bermunculan, hanya satu yang disepakati yakni Laskar Aneuk Nanggroe (The LAN), yang kemudian ditabalkan sebagai nama resmi.

Secara filosofi, nama usungan ini memiliki makna tersendiri. The LAN berarti ‘uet’ dalam bahasa Aceh, atau dalam bahasa Indonesia bermakna telan. The LAN sendiri merupakan vocal bahasa Aceh, selain mudah diucapkan juga menjadi nama bergensi bagi para tim dan suporter tim asal daerah berjuluk penghasil kerupuk mulieng alias emping melinjo itu.

Setelah terwujud, The LAN seterusnya membentuk divisi-divisi kerja yang terbagi ke dalam 32 divisi. Setiap divisi diketuai oleh Koordinator Lapangan (Korlap). Pada tahun 2012, The LAN mengubah sistem komandonya dari pimpinan/ketua menjadi Sekjend (sekretaris Jendral) yang langsung dipilih atau ditunjuk oleh pimpinan.

Sementara pimpinan The LAN dari sistem komando berubah bentuk menjadi dewan presidium yang diketuai oleh seorang ketua dan beranggotakan 10 orang, termasuk Sekjend. Untuk sementara, Ketua Dewan Presidium The LAN masih dijabat Zukhri Mauluddinsyah Adan dan Sekjend Mukhlish Benzema.(c43)

Susunan Pengurus The LAN

Ketua: Zukhri Mauludinsyah Adan
Ketua Harian: Faisal Abdullah Al makki
Wakil Ketua 1: Maulana
Wakil Ketua 2: Jamal
Wakil Ketua 3: Novaliadi
Wakil Ketua 4: Faisal
Wakil Ketua 5: Khairunnas
Sekjend: Mukhlish Benzema
Bendahara: Liza Yolanda
Divisi Pengerahan Supporter: Arif Kaustar
Divisi Humas dan Membership:  Indra Budiman
Divisi Logistik dan Merchandis: Kurnia
Divisi Event dan aktivitas sosial: Indra Cakaradonya
Divisi Informasi dan Teknologi: Afdhal Tuink

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved