Serambi Property
Cari Pengembang Properti Terpercaya!
Pemilihan sebuah perumahan atau rumah oleh masyarakat tidak terlepas dari reputasi yang telah dilakoni selama ini
* Reputasi Harus Dilihat
BANDA ACEH - Pemilihan sebuah perumahan atau rumah oleh masyarakat tidak terlepas dari reputasi yang telah dilakoni selama ini. Konsumen akan lebih percaya dengan pengembang yang membangun perumahan sesuai dengan janji yang dilontarkan, seperti waktu pembangunan rumah, pengurusan KPR di Bank dan lainnya.
Hanya, tak semua pengembang punya reputasi dan rekam jejak bagus. Bahkan dari sekian ribu anggota asosiasi pengembang Indonesia atau Real Estat Indonesia (REI)di seluruh Indonesia, masih ada saja yang berulah negatif alias pengembang nakal dengan dalih-dalih tertentu.
Bagaimana cara memilah dan memilih pengembang bonafid dan terpercaya? Salah satunya dengan menilik apresiasi yang diberikan oleh lembaga terpercaya. Apresiasi tersebut tidak sembarang diperoleh, melainkan melalui sebuah kompetisi, dimana kompetisi akan menghasilkan pengembang terbaik.
Tidak saja terbaik dalam produk properti, juga dalam hal kemampuan pengembang melayani konsumennya, membangun masyarakat di lokasi sekitar proyek berada, dan konstribusi terhadap kemajuan industri properti secara umum. Untuk Aceh, ada dua lembaga yang menaungi para pengembang, yakni REI dan Apersi Aceh dan dua-duanya dinakhodai oleh pengembang muda yang enerjik.
Sebut saja, Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardi ST MT yang baru seumur jagung memimpin pembangunan perumahan murah di Aceh. Dia telah dikukuhkan sebagai Ketua Apersi Aceh pada Februari 2014 lalu, walau telah menerima mandat sejak September 2013 lalu. Pria tambun satu ini yang mulai menggalakkan diet terhadap dirinya sendiri sempat menyatakan akan terus fokus menyediakan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Apersi Aceh yang membawahi sepuluh lebih pengembang, baik perumahan murah maupun komersil terus memberi bimbingan para anggotanya yang ingin membangun sebuah perumahan. “Saya, bukan hanya bertanggungjawab atas pembangunan rumah, tetapi juga akses ke bank sampai ke Kementerian Perumahan Rakyat di Jakarta,” katanya pada satu kesempatan bulan lalu.
Pria lulusan master teknik arsitektur ini yang ahli dalam bidang pembangunan gedung, jalan, jembatan dan irigasi mengaku terus melakukan komunikasi dengan para anggota, sehingga kepercayaan masyarakat akan terus tumbuh. “Koordinasi dalam segala hal, mulai dari perencanaan sampai ke bank harus terus dilakukan, sehingga didapatkan sebuah persepsi yang sama dalam pembangunan perumahan,” katanya.
Sedangkan Ketua REI Aceh, Zulfikar SE AK yang membawahi puluhan anggota mengaku akan terus berkoordinasi dengan pengembang yang dinaunginya. Dia yang dilantik bersama pengurus lainnya oleh REI Pusat pada 21 April 2013 sempat menyatakan: “Saya akan terus mensinergikan seluruh pengembang di Aceh dengan pihak perbankan,terkait KPR dan pemerintahan terkait perizinan.”
“Saya akan terus berupaya memberikan yang terbaik pada organisasi ini,” katanya. Dia menyatakan akan memperkuat kerjasama dengan pemerintahan termasuk organisasi lainnya dan akan melakukan berbagai terobosan baru dalam pembangunan perumahan murah dan bersubsidi di Aceh.(muh)