Serambi Kuliner
Diversifikasi Pangan
ENERGI dan karbohidrat yang terkandung dalam sagu setara dengan beras, jagung, singkong, kentang, dan tepung terigu
ENERGI dan karbohidrat yang terkandung dalam sagu setara dengan beras, jagung, singkong, kentang, dan tepung terigu. Bahkan, karbohidratnya relatif lebih tinggi. Sayangnya, sagu sangat miskin protein, begitu juga dengan kadar vitamin dan mineral, kadarnya lebih rendah. Karena itu, sagu harus dikonsumsi bersama bahan lain yang lebih baik kadar gizinya.
Komponen paling dominan dalam tepung sagu pati, adalah karbohidrat. Pati ini berupa butiran putih mengkilat, tidak berbau, dan berasa. Pati sagu berbentuk elips lonjong berukuran lebih besar dari pati serealia.
Potensi sagu sebagai sumber bahan pangan alternatif sangat potensial di Aceh Singkil. Areal tanaman sagu di daerah itu mencapai 236 hektare dengan potensi produksi 18 ribu ton tepung sagu per tahun. Sagu juga bisa menopang pertumbuhan industri makanan dengan diolah menjadi mi.
“Berangkat dari pemikiran itu, kami melakukan penelitian, hingga akhirnya bisa mencipatakan mi sagu kering,” kata Kepala Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Aceh Singkil, Ismet Taufiq.
Pengembangan mi sagu ini merupakan upaya diversifikasi pangan melalui program model pengembangan pengelolaan pangan lokal (MP3L) 2013. Dengan dukungan dana APBN, BPPKP Aceh Singkil mengadakan dua unit mesin pengelolaan sagu menjadi mi. “Pembuatan mi sagu dikelola industri rumah tangga binaan kami,” ujar Ismet.
Mi sagu kering yang telah dikemas, sudah mulai dipasarkan di daerah ini. “Ini artinya diversifikasi pangan terlaksana. Bagi industri rumah tangga juga mendapat nilai plus dalam peningkatan pendapatan ekonomi,” pungkas Ismet.(*)