Pemilu 2014
Panwaslu Belum Periksa Indikasi Ijazah Palsu
Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kota Subulussalam siap mengawal pengusutan indikasi ijazah palsu caleg terpilih
SUBULUSSALAM - Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kota Subulussalam siap mengawal pengusutan indikasi ijazah palsu caleg terpilih untuk DPRK Subulussalam dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Dapil 3 Kecamatan Runding, yang telah dilaporkan secara resmi kepada KIP setempat.
“Tembusan surat laporan itu memang sudah masuk ke Panwaslu, tapi kami belum periksa karena kawan-kawan masih ada yang dinas luar,” kata Edi Suhendri, Ketua Divisi Hukum Penanganan dan Pelanggaran Panwaslu Kota Subulussalam, kepada Serambi Sabtu (6/6).
Edi mengatakan sesuai tupoksinya, Panwaslu Subulussalam nantinya akan mengawasi proses penyelidikan atau pengusutan dugaan ijazah palsu milik sang caleg Hanura tersebut. Mekanisme pemeriksaan dokumen ijazah caleg tersebut menurut Edi merupakan kewenangan KIP Subulussalam selaku penyelenggara pemilu di sana.
Namun, kata Edi, secara teknis Panwaslu Subulussalam juga akan mengawasi proses terkait apakah benar dilakukan pemeriksaan secara baik dan jujur. “Nanti Panwaslu akan mengawasi secara adil dan jujur apakah benar KIP Subulussalam melakukan pemeriksaan terhadap ijazah yang terindikasi palsu itu,” terang Edi.
Seperti berita sebelumnya, perwakilan warga Desa Muara Batu-Batu, Kecamatan Runding, Subulussalam, Kamis (5/6) melaporkan Jumadin (37) caleg terpilih dari Partai Hanura untuk DPRK Subulussalam ke KIP dan Panwaslu setempat, atas dugaan memakai ijazah palsu saat mendaftarkan sebagai caleg.
Sementara itu, Jumadin yang dikonfirmasi Serambi, Kamis (5/6) membantah dirinya membeli ijazah paket C. Ketika ditanya keabsahan ijazahnya, Jumadin mengatakan dirinya memang mendaftar sebagai peserta paket C pada 2007 di PKBM Belegen Sejahtera, Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri.
Jumadin mengaku tidak terlalu aktif dalam proses belajar, tapi dia sempat mengikuti ujian. Ia juga berdalih tak menggunakan ijazah paket C saat mencalonkan menjadi kepala desa Muara Batu-Batu pada 2009 karena belum punya ijazah tersebut. Dikatakan, ijazah paket C tersebut baru diambilnya beberapa tahun kemudian.(lid)