Serambi Property
Harga Rumah Murah Naik
Harga rumah murah bersubsidi pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengalami kenaikan
* Dari Rp 88 Juta Jadi Rp 118 Juta/Unit
BANDA ACEH - Harga rumah murah bersubsidi pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengalami kenaikan sekitar 25 persen dari Rp 88 juta menjadi Rp 118 juta/unit. Harga tersebut mulai berlaku sejak pekan lalu, seiring adanya pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen bagi konsumen.
Ketua RealEstat Indonesia (REI) Aceh, Zulfikar SE Ak, Sabtu (14/6) menyatakan harga rumah murah yang sempat ditetapkan Rp 88 juta untuk Aceh sangat menyulitkan para pengembang, kecuali di luar Banda Aceh. Dia berharap, dengan naiknya harga rumah murah, minat pengembang yang fokus pada rumah komersil akan mulai bermunculan.
“Harga rumah murah bersubsidi sebenarnya telah naik sejak April 2014 lalu, seiring turunnya keputusan dari Menteri Perumahan Rakyat,” ujar Zulfikar. Disebutkan, Menpera Djan Faridz mengatakan Kementerian Keuangan sudah menetapkan pemberian fasilitas pembebasan PPN 10 persen bagi harga baru rumah bersubsidi.
Zulfikar menjelaskan fasilitas itu mulai dapat dimanfaatkan MBR sejak 10 Juni 2014. Dia menambahkan, untuk Aceh, insentif fiskal berupa pembebasan pajak pertambahan nilai bagi harga baru hunian bersubsidi sudah dapat dinikmati masyarakat berpenghasilan rendah, bukan hanya di Banda Aceh atau sekitarnya, tetapi seluruh Aceh.
Dikatakan, pemerintah menetapkan harga baru untuk rumah murah di Aceh bertype 36 m3 dengan luas tanah 100 m2 yaitu Rp 118 juta unit. Dikatakan, uang muka hanya 10 persen atau Rp 11,8 juta dan angsuran yang harus dibayarkan pembeli sebanyak Rp 851.700/ bulan selama 20 tahun, terutama pada BTN dan sejumlah bank yang menyalurkan kredit rumah murah.
Sementara itu, untuk rumah komersil di Banda Aceh juga akan mengalami kenaikan, walau tidak sebesar rumah murah, antara 5 sampai 10 persen, seiring naiknya harga bangunan. Untuk kawasan Banda Aceh masih berkisar Rp 200 juta sampai Rp 500 juta ke atas, tergantung tipe dan lokasi.
Sementara itu, bagi konsumen yang ingin membeli rumah di Banda Aceh dan sekitarnya dapat menanyakan langsung ke organisasi resmi, seperti REI Aceh dan Apersi Aceh. Kedua lembaga ini siap membantu warga yang ingin mendapatkan rumah layak huni, baik di Banda Aceh maupun sejumlah wilayah di Aceh. Bukan hanya rumah komersil, tetapi juga rumah murah yang telah mengalami kenaikan.
Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardi yang ditemui bulan lalu menyatakan sedang membangun beberapa perumahan murah di kawasan timur dan Barat Aceh, termasuk pinggiran Banda Aceh. Dia sempat berharap, kalangan pekerja informal yang tidak memiliki penghasilan tetap dapat memiliki rumah.
Selain itu, dia mengungkapkan rumah murah di Lamtrieng, Kutabaro, Aceh Besar yang saat ituberharga Rp 105 juta/unit akan segera dibangun dengan pesanan puluhan unit. Demikian juga dengan Nagan Raya dan Kuala Simpang, serta kawasan Aceh Barat, yang sebagian sedang proses akad kredit dengan bank.(muh)