Serambi Spiritual
Ekonomi Syari’ah Solusi Pengentasan Kemiskinan
Jadi untuk merobah semua itu, perlu membangun karakter bangsa sejak usia dini yang sesuai dengan syari’ah
Laporan Faisal Zamzami | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ekonomi syari’ah memiliki komitmen yang kuat pada pengentasan kemiskinan, penegakan keadilan pertumbuhan ekonomi, penghapusan riba, dan pelarangan spekulasi mata uang sehingga menciptakan stabilitas perekonomian. Jika sistem ekonomi syari’ah ini diterapkan di segala sektor maka kemakmuran, kemajuan dan ketrentraman lebih cepat dicapai.
Demikian dikatakan Ketua Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Aceh, Putra Chamsah dalam dialog interaktif program "Serambi Spiritual" di Studio Studio Serambi 90,2 FM , yang dipandu host, Dosi Alfian Juamat (3/7/2014).
Putra Chamsah menjelaskan, Berkembangnya sistem ekonomi syari’ah sekarang ini bukan untuk menyaingi sistem ekonomi yang sudah ada, tetapi bagaimana sistem ini berfungsi sebagai penutup kekurangan terhadap semua sistem ekonomi yang telah ada sebelumnya. Sehingga syari’ah merupakan satu satunya solusi dalam membangun segala bidang, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya.
“Namun sayang, dalam kehidupan kita sehari-hari masih banyak aktifitas kita yang jauh dari tuntuntan sayriah, sehingga kemakmuran dan keadilan itu tidak ada ” ujarnya
Menurutnya, negara kita memiliki kekayaan alam yang berlimpah, namun kemiskinan masih banyak di Indonesia, kuhususnya di Aceh. Hal ini terjadi karena pengelolaan kekayaa alam yang ada sekarang ini tidak sesuai tuntutan syariah, misalnya terjadinya korupsi,terjadinya manipulasi, dan riba pun merajalela. Padahal kita memilik banyak sumber daya manusia yang handal.
Jadi untuk merobah semua itu, perlu membangun karakter bangsa sejak usia dini yang sesuai dengan syari’ah, seperti pendikan agama, akhlak, dan moral yang berlandaskan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Putra Chamsah menyebutkan, Ekonomi syari’ah di Aceh sudah berjalan sekitar tiga puluhan tahun, tapi masih dalam skala yang sangat kecil dan ekonomi syari’ah kita ini hanya menyentuh beberapa lembaga saja. Namun praktek ekonomi kita masih jauh dari syari’ah. Salah satu contohnya, masih banyak pedagang yang tidak jujur dalam berdagang seperti memanipulasi timbangan dan harga.
“Nah, untuk mengembangkan ekonomi syari’ah ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab bersama, karena jika kemakmuran dan keadilan tegak, maka dengan sendrinya kemiskinan juga berkurang.
Ia menegaskan, Kita semua harus punya satu keyakinan bahwa gerakan ekonomi syariah itu bukan kewajiban pemerintah saja, tapi semua umat islam karena hukumnya itu fardhu ain. Dengan ekonomi syariah kita upayakan bisa mengentaskan kemiskinan. Karena itu, mari kita mewujudkan gerakan sayriah di segala sector usaha dan kegiatan.
“Misalnya, gerakan menabung di bank syariah, berdagang sesuai syari’ah, dan usaha usaha lainnya. Karena Sistem ekonomi Islam yang diwakili lembaga perbankan syari’ah telah menunjukkan ketangguhannya” katanya.
Ekonomi syari’ah kata Putra Chamsah, menekankan pada keadilan, mengajarkan konsep yang unggul dalam menghadapi gejolak moneter dibanding sistem konvensional. Jadi Perlu dipahami bersama ekonomi syariah ini, sehingga kita bisa merasakan manfaatnya dan kemakmuran.
“Praktek-praktek dagang yang non syariah harus segera diringgalkan, dan mari kita menjauhi dari segala bentuk riba, karena dalam Syariat Islam sangat melarangnya" tegasnya.
Karena itu, Putra Chamsah mengaja masyarakat mari membangun gerakan ekonomi syari’ah untuk mengentaskan kemiskinan, karena sistem ekonomi syari’ah itu berlandaskan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta system yang akan membawa umat manusia pada jalan yang diridhai oleh-Nya.
Program Serambi Spiritual mengudara setiap hari selama Ramadhan, mulai pukul 10.00-11.00 WIB bekerjasama dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI).
live streaming serambi fm
http://serambifm.com | http://fb.com/Serambinews | http://fb.com/SerambiFM