Breaking News:

Bupati Berperan Majukan SMK

Anggota Tim Pengembang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Aceh Prof. Dr.rer.nat. Rinaldi Idroes, S.Si menyebutkan, peran bupati/wali kota

BANDA ACEH -  Anggota Tim Pengembang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  di Aceh Prof. Dr.rer.nat. Rinaldi Idroes, S.Si menyebutkan,  peran bupati/wali kota di daerah sangat besar  untuk memajukan sebuah lembaga pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Komitmen kepala daerah dinilainya menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas lulusan siswa SMK di Aceh. 

“Kemajuan pendidikan, khususnya SMK tampaknya menjadi sangat tergantung pada like and dislike pimpinan di kabupaten/kota tersebut. Kalau bupati suka, ya jalan. Kalau bupati tidak suka, ya tidak akan berjalan dengan baik, karena kepala dinas memang tak berdaya, “ kata Rinaldi Idroes, kepada Serambi, kemarin,  mengomentari kualitas lulusan  SMK di Aceh.

Guru Besar  Kimia di Unsyiah itu menyebutkan,  dengan  dukungan dari Dinas Pendidikan Aceh, pihaknya telah melakukan survei  puluhan SMK yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.  Survei ini untuk memetakan beragam permasalahan yang dihadapi  sekolah  tersebut sekaligus membuat sejumlah rekomendasi solusinya.

Masalah-masalah yang dihadapi SMK tersebut, antara lain,  terjadi kekurangan guru produktif. Guru yang  mengajarkan keterampilan khusus ini  pindah ke luar Aceh saat negeri ini dilanda konflik. “Ada sekira 600 orang yang pindah ke luar Aceh saat itu.  Itu sebab saat ini terjadi kekurangan,” kata dia. Peran guru ini sangat penting untuk mengajarkan keterampilan tertentu, misalnya otomotif.

Akibat minimnya guru produktif, lulusan SMK di Aceh tak  punya keterampilan cukup setelah lulus. “Berdasarkan data yang kita punya, sebagian lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena merasa keterampilan  yang dimiliki  belum memadai,” kata  pria yang meraih  doktor dengan  Magna Cum Laude  (dengan pujian/kehormatan)  di Wuerzburg University Jerman ini.

Masalah lain,  alat-alat bengkel juga mengalami keterbatasan dan perlu diremajakan. Mestinya, kata Rinaldi,  ini menjadi tanggung jawab kabupaten/kota untuk menyediakannya.

Yang tak kalah penting, kata Rinaldi,  sosok kepala SMK yang seharusnya pengangkatan melalui fit and proper test. “Selama ini Kepala SMK  begitu mudah dimutasikan. Mestinya, untuk SMK  tidak boleh demikian. Harus ada perlakuan khusus, karena sifatnya berbeda dengan sekolah  umum,” kata dia.(sak)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved