Serambi Spiritual
Puasa Momentum Mendekatkan Diri pada Allah
Seseorang tidak akan bisa meraih gelar taqwa jika tidak mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.
Laporan Faisal Zamzami | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Puasa memiliki karakteristik sendiri yang tidak dimiliki oleh ibadah ibadah lain seperti shalat, zakat dan haji. Puasa adalah ibadah mutlak yang ditujukan hanya kepada Allah SWT, karena puasa adalah urusan hamba dengan sang khaliqnya. Karena itu, puasa Ramadhan sangat tepat sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Demikian dijelaskan Dosen Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN AR-Raniry Darussalam, Banda Aceh, Dr Muhd Fajrul Falah dalam dialog interaktif program "Serambi Spiritual" di Studio Studio Serambi 90,2 FM , yang dipandu oleh penyiar, Dosi Alfian, Kamis (10/7/2014).
Muhd Fajrul menyebutkan,Ramadhan adalah bulan yang mengandung nilai-nilai spiritual yang kental. Karena itu, puasa Ramadhan tidak hanya menahan haus dan lapar, tapi juga menahan dari segala larangan Allah SWT. Lebih dari itu, lanjutnya, puasa juga diharapkan mampu untuk mendekatkan seorang hamba dengan ciptaan-Nya agar menjadi hamba yang bertaqwa.
Hal itu katanya, sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran yang artinya; “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (Q.S al-Baqarah:183).
Dalam ayat di atas menjelaskan, pertama ada undangan dari Allah khusus bagi orang beriman, kemudian ada perintah untuk menjalankan puasa, yang mana tujuan akhir puasa adalah taqwa. Seseorang tidak akan bisa meraih gelar taqwa jika tidak mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.
Dari sisi tauhid, kata Muhd Fajrul,seorang hamba kalau belum beriman kpd Allah dengan iman yang benar, niscaya dia tdk akan mampu melaksanakan perintah Allah seperti Puasa ramadhan. Jadi kalau kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan tulus, ikhlas dan baik, berarti kita siap melaksanakan apa yang diperintahkan Allah.
Dr Muhd Fajrul Falah menyebutkan, ada dua posisi yang membedakan puasa dengan ibadah yang lain. Pertama puasa bisa mengendalikan hawa nafsu, dan kedua puasa adalah ibadah yang hanya diketahui oleh hamba dengan Allah SWT.
Oleh karenanya, kemungkinan untuk sombong dalam berpuasa itu sangat kecil. Karena puasa itu harus amanah dalam kita menjalankannya, agar kita bisa memperoleh ganjaran pahala yang setimpal. Ini sesuai dengan Firman Allah SWT; ”Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya.”
Puasa juga salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas diri, karena puasa merupakan momentum meningkatkan kualitas ibadah. Apalagi setiap amal ibadah yang dikerjakan di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran pahala dua kali lipat. Seseorang yang menjalankan ibadah ramadhan dengan baik, maka akan terlihat peningkatan kualitas dalam dirinya.
Secara umum , katanya, puasa bisa mendekatkan kita pada Allah. Puasa ini ibarat tempat pelatihan untuk mengendalikan diri dari segala yang membatalkan puasa. Kalau seorang hamba mengimani Allah dengan iman yang benar, maka seseorang hamba itu akan menjalani ibadah puasa ramadhan ini dengan gembira.
Rasulullah SAW bersabda; “Barang siapa mendirikan puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan kebaikan, maka akan diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari – Muslim)
Muhd Fajrul mengingatkan kembali bahwa taqwa adalah melaksanakan seluruh perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan Allah SWT. Bahkan Banyak imbalan Allah bagi orang yang bertaqwa. Nah, untuk mencapai predikat taqwa ini, bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat.
Jangan lupa simak terus Program Serambi Spiritual mengudara setiap hari selama Ramadhan, mulai pukul 10.00-11.00 WIB bekerjasama dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI)
live streaming serambi fm
http://serambifm.com | http://fb.com/Serambinews | http://fb.com/SerambiFM