Puisi

Mimpi Kemarin

Di bawah kolong langit ini, kita mencari arah. Mencairkan belenggu yang mengikatkan pikiran

Karya Nazri Z. Syah Nazar

Di bawah kolong langit ini, kita mencari arah.
Mencairkan belenggu yang mengikatkan pikiran.
Lalu, apa arti awal yang kemudian pasti berakhir?
Tidak mungkin berganti musim oleh nasib.
Enaknya, kita balikkan saja roda dunia.
Ah, nikmatnya mimpi,
Maka aku pun selalu percaya hari ini,
: adalah mimpi hari kemarin.
Bandung, 2014

* Nazri Z. Syah Nazar, anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh. Sudah menerbitkan sejumlah buku antologi puisi dan cerpen. Beberapa karya pernah dimuat di Harian Pikiran Rakyat, Koran Jakarta, dan Media Indonesia. Saat ini tinggal di Bandung.

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved