Banjir Rendam Lhokseumawe
Puluhan desa di tiga kecamatan dalam wilayah Kota Lhoksemawe, Senin (18/8) malam, dilanda banjir akibat hujan deras
* Puluhan KK Mengungsi
LHOKSEUMAWE - Puluhan desa di tiga kecamatan dalam wilayah Kota Lhoksemawe, Senin (18/8) malam, dilanda banjir akibat hujan deras sehingga ratusan rumah warga terendam. Puluhan kepala keluarga (KK) di Blang Weuh Panjo, Kecamatan Blang Mangat, bahkan terpaksa mengungsi ke rumah famili terdekat yang tidak terkena banjir. Namun, sejauh ini tak ada korban jiwa manusia.
Hujan lebat disertai guntur yang melanda kawasan itu menjelang Magrib kemarin, hingga berita ini diturunkan pukul 00.15 WIB dini hari tadi belum juga reda. Di antara durasi panjang curah hujan itulah terjadi banjir kiriman dan banjir genangan di Kota Lhokseumawe.
Di Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, sejumlah desa diterjang banjir kiriman dari perbukitan tadi malam. Namun, hingga pukul 24.00 WIB belum diketahui apakah ada kerusakan bangunan milik masyarakat ataupun tidak akibat bencana itu, apalagi hujan lebat masih terus mengguyur.
Efek lainnya, ratusan hektare tambak rakyat di kecamatan ini ikut tergenang dan airnya mulai meluber melampaui pematang tambak.
Di kecamatan ini, dua desa bertetangga, Blang Weuh Panjoe dan Blang Weuh Baroeh, tercatat paling parah didera banjir. “Ratusan rumah di kedua desa ini juga terendam banjir, sehingga mulai ramai warga yang mengungsi ke rumah famili terdekat yang tak terimbas banjir,” kata Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Lhokseumawe, Syamsul Bahri, kepada Serambi tadi malam.
Desa-desa yang dilaporkan terkena banjir kiriman di Blang Mangat adalah Kumbang Punteuet, Meunasah Rayeuk, Ulee Blang Mane, dan Meunasah Masjid. “Tambak yang dilanda banjir itu semuanya berada di Meunasah Masjid,” jelas M Amin, warga setempat.
Menurut M Amin, air turun dari perbukitan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan hingga pukul 24.00 WIB masih terus berlangsung. “Memang banjir kali ini lebih besar, hingga jalan di Keude Punteut pun mulai tergenang,” jelasnya.
Disinggung apakah ada rumah yang tergenang, berdasarkan informasi dia dapat, sejumlah rumah mulai tergenang di Desa Ulee Blang Mane. “Sedangkan rumah di sejumlah desa lain ada peluang juga tergenang, apalagi hujan lebat masih terus mengguyur,” ujar M Amin.
Selain Blang Mangat, Kecamatan Muara Dua juga dilanda banjir dan merendam rumah warga. Kecamatan Banda Sakti juga dilanda banjir, tapi genangan airnya belum setinggi di Kecamatan Blang Mangat.
Desa-desa di Banda Sakti yang terendam, antara lain, Paloh Pinueng dan Uteun Kot. Sedangkan di kawasan Pusong yang dekat laut, hanya jalanannya saja yang tergenang.
Tapi Rumah Sakit PMI di Lhokseumawe terendam air, sehingga masuk ke sejumlah kamar pasien. Amatan Serambi tadi malam, air di halaman rumah sakit itu setinggi lutut orang dewasa.
Di antara hujan dan petir tersebut, aliran listrik di sebagian Kota Lhokseumawe pun padam hingga menjelang dini hari.
Supervisor Teknik PLN Rayon Kota Lhokseumawe, Mukhtar Juned, mengakui lampu di sebagian besar wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya padam tadi malam. “Kami sedang di lapangan dan sedang menelusuri sejumlah titik untuk mengetahui penyebab padamnya lampu,” ujar Mukhtar Juned.
Sementara itu di pusat Kota Lhokseumawe, khususnya Jalan perdagangan, Perniagaan, dan Sukaramai tidak dapat dilewati mobil sedan dan sepeda motor karena air di kawasan itu terkurung ibarat kolam.
Banjir genangan juga melanda kawasan Jalan Air Bersih, Tumpok Teungoh, Hagu, serta ruas jalan di dekat depo Pertamina yang tinggi airnya selutut orang dewasa.
Waduk raksasa yang seharusnya cepat menyedot air limbasan di kota itu terkesan lambam karena di dalam waduk telah banyak dibangun keramba oleh warga yang tak mengindahkan imbauan wali kota. (bah/ib/jf)
Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |