Gayo Longsor, Meulaboh Banjir

Hujan deras sejak Rabu (29/10) malam hingga Kamis kemarin menyebabkan tanah labil sehingga sejumlah ruas jalan

Gayo Longsor, Meulaboh Banjir
Pengendara mengantre di ruas jalan Nasional Takengon-Bireuen, tepatnya di kawasan Kampung Merie Satu, Kecamatan Weh Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (31/10). Terdapat 12 titik longsoran di sepanjang ruas jalan itu. SERAMBI/MAHYADI 

* Lintas Bireuen-Takengon Terganggu

TAKENGON - Hujan deras sejak Rabu (29/10) malam hingga Kamis kemarin menyebabkan tanah labil sehingga sejumlah ruas jalan di Dataran Tinggi Gayo, tepatnya di Kecamatan Weh Pesam, Kabupaten Bener Meriah, tertimbun tanah longsor. Sementara itu, ratusan murid SD dan SMP di Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, kemarin tak bisa belajar karena sekolah mereka direndam banjir setinggi 50 centimeter.

Longsor di Gayo hingga tadi malam mencapai 14 titik di sepanjang ruas jalan Takengon-Bireuen, dalam kawasan Kampung Merie Satu, Kecamatan Weh Pesam, Bener Meriah yang terjadi sejak Rabu malam.

Bukan cuma ruas jalan nasional Takengon-Bireuen itu yang dilanda longsor, tapi juga sejumlah ruas jalan menuju beberapa kecamatan maupun kampung di Kabupaten Aceh Tengah. Bahkan sebagiannya terputus dan tak bisa dilalui kendaraan, sehingga mengganggu aktivitas warga.

Di antara 14 titik longsoran tersebut, enam titik terbilang cukup parah, sehingga kendaraan yang melintas harus antre beberapa saat. Awalnya hanya di 12 titik terjadi longsor. Tapi karena tadi malam hujan masih mengguyur, sehingga longsor bertambah dua titik lagi di Kecamatan Wih Pesam. Salah satu titik panjangnya sekitar 10 meter dengan ketinggian material longsor di badan jalan mencapai empat meter.

Dilaporkan juga, sebuah sepeda motor tertimbun di lokasi longsor terbaru tadi malam, namun pengendaranya sempat menyelamatkan diri. Sepeda motornya pun sudah berhasil dievakuasi dari lokasi bencana.

Siangnya, tiga unit alat berat dari PPK 5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Aceh, sudah diturunkan untuk membersihkan tumpukan material yang menimbun ruas jalan Takengon-Bireuen tersebut.

Sejak pukul 23.00 Rabu malam hingga pukul 05.30 WIB Kamis pagi sejumlah staf PPK 5 bekerja mengeruk material longsor di sepanjang ruas jalan itu. Tapi kemarin pagi sekitar pukul 09.00 WIB, terjadi lagi longsor, sehingga pekerjaan harus dilanjutkan. “Bila tidak dikerjakan, orang nggak bisa lewat,” kata Misbah, staf PPK 5 yang dijumpai Serambi di lokasi kejadian.

Menurutnya, enam titik di sepanjang jalan nasional Bireuen-Takengon yang menghubungkan Takengon dengan Kabupaten Bener Meriah itu longsornya tergolong paling parah, sehingga akses jalan sempat terputus beberapa jam. “Tapi untuk saat ini, jalan sudah bisa dilalui, hanya tinggal pembersihan saja. Mungkin dalam beberapa hari ke depan sudah bisa diselesaikan. Yang paling penting, tidak lagi mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.

Longsoran di sepanjang ruas jalan Takengon-Bireuen itu, kata Misbah, terjadi lantaran guyuran hujan sejak beberapa hari terakhir masih terus berlangsung di daerah itu. Bahkan, akibat tanah longsor, satu rumah warga yang berada di sisi jalan kawasan Kampung Merie Satu, milik Nur Laila, rusak bagian depannya dihantam tanah longsor. “Cuma tidak ada korban jiwa. Pas saat kejadian hanya seorang saja yang tinggal di rumah itu,” ungkap Misbah.

Halaman
12
Tags
Longsor
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved