Breaking News:

Hasan Tiro Berontak bukan Karena Tak Dapat Proyek di Arun?

"Ada fakftor utama dan faktor pemulus sehingga Hasan Tiro mendirikan ASNLF.Alasan Wali Negara mendirikan Aceh Merdeka dibahas di buku sederhana ini"

Editor: Amirullah
Bandar Publishing

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tuduhan deklarator Aceh Merdeka  DR  Hasan M di Tiro, Ph.D, LL.D  melawan Indonesia karena tidak mendapat proyek di PT Arun Blang Lancang Aceh Utara sebagaimana disuarakan selama ini, telah disanggah dalam buku terbaru yang ditulis oleh Murizal Hamzah dengan judul “Hasan Tiro; Jalan Panjang Menuju Damai Aceh.”

"Keliru besar menyatakan Hasan Tiro mendirikan Aceh Merdeka karena tidak mendapat tender di PT Arun," tegas Direktur Utama Bandar Publishing (BP) Mukhlisuddin  Ilyas kepada wartawan, Senin (17/11/2014).

Mukhlisuddin  menegaskan, dalam buku yang ditulis oleh Murizal Hamzah (wartawan)  dengan editor M. Adli Abdullah dipaparkan bahwa benih perlawanan terhadap rezim Indonesia sudah dilakukan sejak 1960-an. Bahkan di  buku Atjeh bak Mata Donja yang  terbit 1968, Hasan Tiro secara terbuka menyatakan Aceh adalah sebuah negara yang berdaulat.

"Ada fakftor  utama dan faktor  pemulus sehingga Hasan Tiro mendirikan ASNLF.  Alasan Wali Negara mendirikan Aceh Merdeka dibahas di  buku sederhana ini dilengkapi foto dan dokumen," ujar Mukhlisuddin singkat.

Direktur Utama BP itu menambahkan di buku ini juga ditampilkan salinan surat yang dikirim oleh Hasan Tiro kepada Perdana Menteri Mr.Ali Sastrowidjojo.

Isi pesan surat itu sudah lazim kita ketahui yakni meminta Indonesia menyelesaikan perlawanan DI/TII di Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi dan lain-lain di meja perundingan.

Hasan Tiro mengetik rapi surat sepanjang tiga halaman tersebut. Hasan Tiro juga mengirim tembusan surat itu kepada Presiden Sukarno. Ini dokumenter baru yang jarang diungkapkan.

"Ternyata surat terbuka dari Hasan Tiro ini dimuat di halaman pertama harian terbitan Jakarta. Salinan surat yang diteken oleh Hasan Tiro juga dimuat di buku setebal 684 halaman ini," kata Mukhlisuddin.

Buku yang terdiri dari tiga bab ini diawali dari kepulangan HasanTiro ke Aceh pada Oktober 2008 dan meninggal dunia pada Juni 2010 (2015 genap 5 tahun Hasan Tiro wafat).  Kemudian bab 2 mengulas masakecil Hasan Tiro hingga menikah dengan Dora di  Amerika.

Terakhir, berkaitan dengan pergulatan GAM, melatih AGAM di Libya hingga anggota GAM yang tidak syahid walaupun diberondong dengan senjata panjang.

Unsur-unsur mistik GAM menarik dikupas termasuk dijelaskan biaya perang di Aceh yang menghabiskan miliaran rupiah setiap harinya pada era Darurat Militer.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved