Sudahlah… Orangtua Jangan Lagi Bertengkar Depan Anak

Jika nada terdengar tinggi seperti sedang marah, maka hal tersebut berkemungkinan besar menyebabkan stres pada bayi di masa mendatang

pemale.kompas.com
ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Menjalani rumah tangga bukan hal yang mudah, jika tak cerdas dalam mengatur emosi, hal-hal kecil pun bisa menyulut pertengkaran antar suami dan istri.

Nah, bicara mengenai pertengkaran dalam rumah tangga, cukup bijakkah untuk melakukannya depan anak Anda? Menanggapi hal ini, seorang kolumnis bernama David Coleman, menjawab “tergantung”.

Maksud dari jawaban Coleman adalah tergantung dari topik yang didebatkan, bagaimana argumen berjalan dan diselesaikan. Sebab, sebuah penelitan menunjukan bahwa bayi bisa menangkap dan merekam nada bicara orangtuanya.

Jika nada terdengar tinggi seperti sedang marah, maka hal tersebut berkemungkinan besar menyebabkan stres pada bayi di masa mendatang.

Namun, menurut Coleman, ada kalanya sebuah perdebatan di depan anak diperlukan. "Berdebat adalah hal yang alami, jadi itu juga merupakan hal yang alami bagi anak-anak untuk melihat orang tuanya berdebat sesekali. Aku percaya, ketika anak melihat orangtuanya dapat mengontrol perdebatan secara efektif, dan dapat memberikan keputusan serta harmonisasi yang baik, hal tersebut malah berguna bagi anak,” terangnya.

Coleman menyebutkan, pada dasarnya anak-anak perlu untuk melihat keseimbangan hubungan antar orangtuanya.

"Mereka perlu merasakan adanya sebuah konflik, tetapi juga diimbangi dengan rasa cinta, kepedulian, dan interaksi yang baik," imbuhnya.

Masalahnya banyak orangtua yang bertengkar di depan anak, dengan topik cara mendisiplikan anak. Menurut Coleman, pertengkaran dengan topik tersebut malah membuat perilaku anak-anak menjadi buruk dan agresif daripada sebelumnya.

Opini Coleman ini berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 127 keluarga di Inggris, yang sering bertengkar di depan anak mereka dan meningkatkan level agresifitas anak mereka.

"Sebuah ironi yang menyedihkan saat orang tua bertengkar di depan anak mereka tentang cara mendisiplikan perilaku anak, sebenarnya itu malah membuat anak berperilaku lebih parah, menyebabkan jarak yang menyedihkan," urainya.

Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved