Imam Tersinggung Disodorkan Rp 300 Juta

"Saya dan istri saat itu jelas nolak. Meskipun keluarga lain ada yang menerimanya, ada juga yang enggak menerima," ujar Imam.

Imam Tersinggung Disodorkan Rp 300 Juta
bbc
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM, SURABAYA - Imam Sampurno (65) tersinggung dengan sikap perusahaan AirAsia yang menyodorkan uang kompensasi kepadanya. Padahal, keberadaan anak, menantu hingga dua cucunya yang menjadi penumpang AirAsia QZ8501 hingga kini belum jelas.

"Anak cucu saya saja belum ketemu, ini sudah nawarin uang. Enggak etis," ujar Imam di kompleks Markas Polda Jawa Timur, Surabaya, Rabu (7/1/2015) siang, seperti dilansir Kompas.com.

Imam adalah ayah dari Dona Indah (39), salah satu penumpang AirAsia. Di dalam pesawat itu, Dona terbang bersama sang suami Bobi Sidarta (44) serta dua anaknya Permatasari (16) dan Keisa Putri (10).

Hari ke delapan sejak pesawat itu dinyatakan hilang pada Minggu 28 Desember lalu, Imam dihampiri oleh perwakilan AirAsia. Ia dan istrinya ditawarkan menerima uang kompensasi sebesar Rp 300 juta.

"Saya dan istri saat itu jelas nolak. Meskipun keluarga lain ada yang menerimanya, ada juga yang enggak menerima," ujar Imam.

Lebih jauh, Imam merasa janggal terhadap tawaran sebagian uang kompensasi tersebut. Selain mencabik-cabik harapannya kepada keluarganya, dia juga mempertanyakan dasar hukum langkah AirAsia tersebut.

Berdasarkan sepengetahuan Imam, satu orang penumpang pesawat yang meninggal dunia akibat kecelakaan mendapat uang kompensasi sebesar Rp 1,25 miliar. Dia menyebut hal itu sesuai aturan pemerintah.

Sesuai Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara disebutkan, "Penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp 1.250.000.000 per penumpang."

"Nah, kalau ada DP semacam itu apa iya ada dasar hukumnya? Ya, aku orang kampung ini, ya ndak ngerti," ujar dia.

Sudah 10 hari Imam dan sang istri menunggu kepastian keberadaan keluarganya. Ia bersikeras belum mau menyentuh uang asuransi dan fokus ke proses pencarian anak serta keluarganya, dalam kondisi apapun.

Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko membenarkan bahwa pihaknya memberikan uang Rp 300 juta bagi keluarga korban. Dia menyebutnya, langkah itu sebagai inisiatif AirAsia.

"Keluarga ini punya konsekuensi keuangan. Ada yang mampu, ada yang tidak. Yang kami tawarkan itulah sebagian dari kompensasi final untuk membantu mereka menghadapi kesulitan keuangan yang timbul dari musibah ini," ujar Sunu.

Tags
Air Asia
Editor: Jalimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved