Kamis, 9 April 2026

Walikota Subulussalam Minta Gubernur Bangun Jalan Tembus

Walikota Subulussalam, Merah Sakti meminta dua jalan tembus dibangun oleh Pemerintah Provinsi Aceh, karena telah

Editor: bakri

BANDA ACEH - Walikota Subulussalam, Merah Sakti meminta dua jalan tembus dibangun oleh Pemerintah Provinsi Aceh, karena telah berkali-kali diusulkan, tetapi belum juga direalisasikan. Jalan itu, pertama dari Gelombang (Subulussalam) ke Muara Situlen (Aceh Tenggara) dan kedua dari Rundeng ke Kuala Keupeung (Subulussalam)-Krueng Luas, Trumon (Aceh Selatan).

Merah Sakti sempat memohon kepada Gubernur Aceh dan DPRA di Banda Aceh pada Rabu (21/1) agar mengalokasikan dana untuk pembangunan dua jalan tembus dari Kota Subulussalam-Aceh Tenggara-Aceh Selatan. Ia mengatakan, ruas jalan untuk Subulussalam-Aceh Selatan, via Rundeng-Kuala Keupueng-Krueng Luas, Trumon Timur itu, sudah ada sejak zaman Jepang.

Dia mengungkapkan Gubernur Aceh saat dijabat Prof Ali Hasyimi pernah pergi ke Kota Subulussalam, melalui ruas jalan tersebut pada 1962. Dia menilai untuk peningkatan ruas jalan tidak perlu lagi minta izin pemakaian hutan produksi atau hutan lindung kepada Menhut, karena ruas badan jalan sudah tersedia. Dikatakan, pekerjaan yang perlu dilakukan saat ini, hanya melebarkan badan jalan yang sempit, mengaspal dan membangun jembatan yang sudah putus atau tak layak lagi.

Ia juga menyatakan, jika ruas jalan itu berfungsi kembali, maka petani dan nelayan dari kabupaten tetangga dapat memasarkan hasil pertanian dan perikanan dengan mudah. Begitu juga dengan ruas jalan Gelombang-Muara Situlen, yang menghubungkan Kota Subulussalam dengan Aceh Tenggara dapat menjadi jalur menuju Banda Aceh.

“Selama ini, warga Subulussalam dan Aceh Tenggara yang akan ke Banda Aceh harus melintasi jalan yang masuk wilayah Tanah Karo, Brastagi, dan Medan, dengan waktu tempuh 16-20 jam. Tapi jika jalan Gelombang-Muara Situlen ini dibangun, waktu tempuh dari Aceh Tenggara ke Banda Aceh hanya 12 sampai 14 jam, sehingga lebih cepat 6 jam,” ujarnya, kepada Serambi di Banda Aceh.

Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Ir Anwar Ishak yang dimintai tanggapannya, Rabu (21/1) mengatakan, pada 2015 ini, dua ruas jalan tembus sudah di masukkan dalam 14 program jalan tembus lintas tengah. Termasuk 14 jalur lintas tengah dan Kepulauan Simeulue yang sebelumnya tidak mendapat alokasi dana dari APBA 2015, kini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 300 miliar.

“Namun karena penyediaan anggarannya sampai kini belum jelas menyangkut berapa dana diplotkan per ruas jalan, sehingga belum bisa disebutkan alokasi dananya satu per satu,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Bappeda Aceh, Abubakar Karim menyatakan, dua ruas jalan tembus Subulussalam-Aceh Tenggara, dan Subulussalam-Aceh Selatan itu, telah dimasukkan ke dalam 14 program prioritas jalan tembus lintas tengah. Dia menjelaskan, pembangunan jalan tembus itu akan dilakukan tahun ini.

Anggota DPRA, Aminuddin asal daerah pemilihan Aceh Tenggara dan Gayo Lues, juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, Dinas Bina Marga Aceh, telah mengantongi izin penggunaan hutan produksi dan hutan lindung untuk pelaksanaan jalan tembus Muara Situlen-Gelombang dari Menhut RI, dan studi kelayakan atau SID dan DED-nya juga sudah selesai dibuat.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved