Breaking News:

Pelukis Round Kelana Tutup Usia

Inna lillahi wa inna ilahi rajiun. Kabar duka kembali menyelimuti pekerja seni di Aceh

Editor: bakri
Pelukis Round Kelana Tutup Usia

BANDA ACEH - Inna lillahi wa inna ilahi rajiun. Kabar duka kembali menyelimuti pekerja seni di Aceh. Salah satu seniman Aceh yang juga didapuk sebagai pelukis senior Aceh, Round Kelana, Minggu (25/1) sekira pukul 11.00 WIB, meninggal dalam usia 89 tahun di rumahnya di Lorong Beuransah, Jalan Syiah Kuala, Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Informasi meninggalnya Pak Round (panggilan akrab almarhum) diketahui Serambi dari pesan berantai yang tersebar melalui BBM dan WhatsApp. Saat Serambi mengunjungi rumah duka, sejumlah warga tampak sedang mempersiapkan keperluan fardhu kifayah untuk pria kelahiran Jeuram, Aceh Barat itu.

Anak tunggal almarhum, Delsy Ronni di sela-sela mempersiapkan berbagai keperluan fardhu kifayah untuk ayahnya, mengatakan bahwa almarhum meninggal pada usia 89 tahun. “Ayah tidak sakit selama ini, tapi umur ayah juga sudah sangat tua. Sekarang sudah 89 tahun. Selama ini paling sakit karena faktor usia, kalau sakit yang parah tidak pernah,” kata Delsy.

Sekitar dua pekan lalu, kata Delsy, almarhum sempat dirawat di rumah sakit karena sakit batuk dan radang paru-paru. Selama ini almarhum juga sudah tidak lagi melukis karena penglihatannya mulai menurun. “Terakhir ayah melukis sekitar 2006. Tapi ayah menyimpan semua karya-karyanya dan sering dikunjungi seniman rupa lainnya,” kata Delsy.

Kemarin, jenazah almarhum Round Kelana dikebumikan di pemakaman umum di gampong tersebut. Tampak sejumlah masyarakat dan para seniman di Banda Aceh mengantar almarhum ke tempat persistirahatan terakhirnya. Selamat jalan Pak Round.

Sementara mantan Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA), Teuku Kamal kepada Serambi secara terpisah mengatakan, Round Kelana yang bernama lengkap Harun bin Sabi adalah seniman sejati di bidang seni rupa. Round banyak melahirkan karya hingga dikenal ke kancah nasional dan internasional, dan banyak yang menyandangkan gelar pelopor seni lukis Aceh padanya. Karya-karyanya sangat mewakili semua peristiwa yang terjadi di Aceh. Mulai konflik, tsunami, dan juga unsur sosial budaya.(sb)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved