Gubernur Resmikan Kampus Ampon Chiek
Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, Sabtu (31/1) kemarin meresmikan kampus Ampon Chiek Peusangan yang berlokas
Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, Sabtu (31/1) kemarin meresmikan kampus Ampon Chiek Peusangan yang berlokasi di Keude Matanggelumpang Dua Peusangan.
Lokasi kampus tersebut merupakan tanah milik Ampon Chiek Peusangan yang disulap menjadi satu komplek kampus yang megah. Gubernur Aceh yang didampingi Rektor Umuslim, Bupati Bireuen, H Ruslan M Daud, ahli waris Ampon Chiek Peusangan, para tokoh masyarakat menandatangani prasasti peremian gedung tersebut.
Rektor Umuslim mengatakan, pembangunan gedung megah telah menghabiskan biaya Rp 7 miliar lebih dan memerlukan biaya sekitar Rp 3 miliar lagi untuk berbagai fasilitas pendukung. Bangunan yang diresmikan terdiri dari business centre, gedung aula dan ruang kuliah serta rehabilitasi rumah gedong (rumah dasar).
Luas tanah mencapai 4.200 meter, luas bangunan dua lantai 3.835 meter, juga dilengkapi mobiler dan perlengkapan lainnya. Rektor mengatakan, gedung berlo kasi di komplek rumah kebanggan kediaman keluarga besar Ampon Chiek Peusangan,
Seandainya almarhum T. M. Tjohan Alamsyah (Ampon Chiek Peusangan) masih hidup betapa bangga dan bahagianya beliau menyaksikan prosesi ini dan melihat perkembangan warisan organisasi “Jamiatul Muslim “ yang dirintisnya puluhan tahun yang lalu. Sekarang telah berkibar mengelorakan semangat peradaban ke seantro negeri, dan tanah yang beliau wakafkan telah dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat khususnya bidang pendidikan.
Kehadiran bapak Gubernur Aceh dan keluarga besar Ampon Chiek semua semakin menambah motivasi dan kehormatan bagi kami dalam meneruskan cita-cita beliau untuk mencerdaskan anak negeri khususnya bidang pendidikan.. Menilik sejarah ke kebelakang, Umuslim merupakan kampus yang telah mewarnai perjalanan sejarah bangsa.
Karena di sinilah tempat lahirnya Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA). pada 5 Mei 1939 bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1358 H. Kelahiran PUSA ini berawal dari pemikiran dua tokoh besar Peusangan waktu itu yaitu Teungku Abdurrahman Meunasah Meucap (Ulama) dan Ampon Chik Peusangan (Teuku Chik Muhammad Johan Alamsyah) (Umara), dan PUSA telah menjadi lokus dan inspirasi bagi kelahiran Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Hal ini menunjukkan bahwa kelahiran Universitas Almuslim melalui sejarah Jami’ah Almuslim Peusangan merupakan warisan Pemikiran T.H.M Djohan Alamsjah (Ampon Chiek Peusangan) bersama Tgk Abdurrahman Meunasah Meucap (Ulama).dengan mengelorakan semangat pembaharu bervisi global di dibidang pendidikan masa itu. Oleh Karenanya Universitas Almuslim memiliki posisi sejarah yang khusus dan unik apabila dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya yang ada di Provinsi Aceh. Bahkan saat ini hampir seluruh prpgram studi sudah terakreditasi B sebagai langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan
Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |