Pertamina Diminta Tertibkan Penambang Minyak Ilegal

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM, Aceh Timur, Yusri SE

IDI - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM, Aceh Timur, Yusri SE, meminta pihak Pertamina menertibkan aktivitas pengeboran minyak ilegal baik di sumur tua peninggalan PT Pacific Oil and Gas, maupun di areal milik Pertamina yang ada disejumlah desa di Kecamatan Ranto Peureulak.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada Serambi Sabtu (7/2) sehubungan dengan terbakarnya M Amin (36), warga Desa Buket Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat Sumatera Utara, seorang penyuling minyak mentah di Desa Buket Pala, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jumat (6/2) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Diakui Yusri, bahwa areal blok minyak milik Pertamina di Kecamatan Ranto Peureulak itu telah diserahkan pihak Pertamina kepada Pemkab Aceh Timur, oleh karena itu saat ini kita sedang mengajukan dokumen sebagai syarat untuk mendapatkan izin pengeboran, tetapi sampai saat ini izin tersebut belum diterima Pemkab Aceh Timur, karena masih dalam proses.

“Selama izin pengeboran belum diberikan Pertamina ke Pemkab Aceh Timur, belum bisa dikelola sumur minyak tersebut,” ujar Yusri. Oleh karena itu pula, Yusri meminta pihak Pertamina menertibkan aktivitas pengeboran minyak secara liar di Kecamatan Ranto Peureulak tersebut. Apalagi, selama ini diketahui pengeboran minyak secara ilegal itu semkain marak dan dikhawatirkan kegiatan itu kembalai akan memakan korban manusia.

Sementara itu Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman SH, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu SH kepada Serambi kemarin mengatakan, selama ini telah beberapa kali menangkap para penambang minyak liar di kawasan tersebut. Bahkan, tambahnya ada beberapa kasus telah diserahkan ke Jaksa.

Menurutnya, saat ini perlunya dibentuk tim terpadu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang penambangan minyak mentah itu. Dengan harapan ke depan, selain akan melegalkan aktivitas penambangan, juga akan menghindari jatuhnya korban manusia.

“Jika ada pelanggaran yang terjadi, maka tetap diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar AKP Budi Nasuha Waruwu.

Seperti diberitakan Serambi edisi 7 Februari 2015 penyuling minyak M Amin (36) warga Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Langkat Sumatera Utara, terbakar saat mengolah minyak mentah di sumur minyak di Desa Bukit Pala, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jumat (6/2) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Tiba-tiba muncul api diduga berasal dari kabel mesin Sanyo dan menyambar tempat penampungan minyak bensin hasil olahana dan kobaran api juga menjilati tubuh M Amin. Dan hingga tadi malam, korban masih dirawat di Rumah Sakit Graha Bunda, Idi Rayeuk, Aceh Timur.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved