PLTD Suak Dimatikan, Abdya dan Asel Padam 4 hari

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Suak, Kecamatan Setia, Abdya, dimatikan sejak Sabtu (14/2) pagi, sehubungan

Editor: bakri

BLANGPIDIE - Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Suak, Kecamatan Setia, Abdya, dimatikan sejak Sabtu (14/2) pagi, sehubungan adanya perbaikan instalasi di tiga lokasi. Akibatnya, sebagian besar wilayah Kabupaten Abdya (7 kecamatan) dan sebagian wilayah Kabupaten Aceh Selatan (4 kecamatan), arus listrik padam total selama empat hari.

Manajer PLTD Suak, Edy Hidayat menjelaskan, pemadaman arus di Rayon PLN Blangpidie dan Rayon PLN Labuhan Haji, guna memudahkan petugas melakukan perbaikan di kubikel FCB teeline (jalur tol) Susoh, di PK Penyulang Manggeng (Abdya), serta perbaikan dan pemeliharaan di teeline Labuhan Haji (Aceh Selatan). “Pemadaman ini karena ada pekerjaan untuk meningkatkan kapasitas arus listruik dari 100 menjadi 200 volt,” kata Edy.

Pemadaman arus pun dilakukan sejak Sabtu (14/2) hingga Selasa (17/2). Di Wilayah PLN Rayon Blangpidie (Abdya), pemadaman meliputi 7 dari 9 kecamatan, yakni Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan, Setia, Blangpidie, Susoh, dan Jeumpa. Sedangkan kebutuhan arus wilayah Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee dipasok dari Kabupaten Nagan Raya.

Di wilayah tujuh kecamatan di Abdya tersebut, arus padam total selama dua hari, Sabtu (14/2) dan Minggu (15/2), sejak pukul 08.00 WIB pagi sampai pukul 17.00 WIB sore. Kemudian pada hari Senin (16/6) dan Selasa (17/2), pemadaman dilakukan dua jam sejak pukul 12.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB.

Sementara wilayah PLN Rayon Labuhan Haji (Aceh Selatan), pemadaman arus juga dilakukan selama empat hari, antara pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, meliputi empat kecamatan, yakni Labuhan Barat, Labuhan Haji, Labuhan Haji Timur, dan Meukek. Atau dari Labuhan Haji Barat (perbatasan dengan Abdya) sampai Desa Lhok Aman (kawasan perbatasan Kecamatan Meukek dengan Sawang/Asel). “Pemadaman ini tidak bisa dihindari, karena perbaikan teeline Labuhan Haji tergolong berat,” ungkap Manajer PLTD Suak, Edy Hidayat.

Sementara, Manajer PLN Rayon Blangpidie, Persatuan Harahap menjelaskan, pemadaman arus di tujuh kecamatan dalam Rayon Blangpidie, sudah diberitahukan kepada masyarakat pelanggan melalui pengumuman di radio dan pemberitahuan melalui surat kepada instansi pemerintah.

Amatan Serambi kemarin, pemadam arus pada siang hari ini membuat aktivitas masyarakat menjadi lumpuh, terutama pada tempat usaha cuci mobil, SPBU, konveksi (jahitan), pengelasan/perbengkelan, foto copy/percetakan, warung nasi dan kopi, serta sejumlah besar pertokoan, banyak yang tutup. Hanya sebagian kecil tempat usaha yang buka karena memiliki generator set (genset) untuk memasok arus listrik.

Bahkan, rumah tangga yang selama ini mengandalkan air dari sumur bor, dilaporkan mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan minum dan MCK. Aliran sungai di beberapa tempat yang berdekatan dengan lokasi permukiman pun ramai didatangi warga untuk mandi dan mencuci.

Masyarakat meminta manajemen PLN mempercepat pekerjaan perbaikan, sehingga jadwal pemadaman arus dapat dipersingkat. “Pemadaman arus sampai empat hari, akan berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat,” kata Alizar, warga Blangpidie.(nun)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved