Helmi N Hakim Sebut Australia Galau, Ini Kata Damien Kingsbury

Semestinya dia tidak berkomentar dengan mengangkit ungkap bantuan tsunami yang dijadikan alasan membela warganya uang menjadi pengedar narkoba

Helmi N Hakim Sebut Australia Galau, Ini Kata Damien Kingsbury
Tribun Bali/
Relawan membagikan stiker hope mercy kepada pengguna jalan di perempatan Renon Jalan Kusuma Atmajaya, Denpasar. Sabtu (31/1/2015). Aksi simpatik yang diikuti puluhan relawan Mercy ini menyampaikan pesan agar terpidana mati Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew chan diberikan pengampunan hukuman mati. 

Laporan Arif Ramdan | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah aktivis di Aceh mulai bersuara merespons permintaan Perdana Menteri Australia Tony Abbott kepada Presiden Indonesia Jokowi untuk membatalkan hukuman mati bagi dua warga negara Australia dalam kasus narkotika. Abbot menyebut negaranya telah membantu Indonesia terutama saat tsunami melanda Aceh.

Penulis aktif, Helmi N Hakim di status facebooknya menulis, "Baru tau kalau kanguru memiliki sifat galau. Mr. Damien Kingsbury Please tell to your Prime Minister, Mr. Tony Abbot to send his staff to take back all Australian People aid in Aceh. Go to hell with your aid,"

Damien Kingsbury adalah seorang professor di Deakin University. Ia pernah menjadi salah satu penasihat politik bagi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat berunding dengan Pemerintah Indonesia di Helsinki. Merespons apa yang ditulis Helmi N Hakim, Damien menulis,

"Helmy, be careful how you express yourself, brother. I did not vote for Abbott and work actively against him. At the time, in 2005, all aid was necessary and gratefully received. I agree, however, that it should not now be used as a bargaining chip. Please don't say: 'Go to hell with MY aid'.

("Helmi Hati-hati dalam mengekspresikan dirimu saudaraku. Saya tidak memilih Abbott dan secara aktif beroposisi mengkritisi Abbott. Pada masa 2005 semua bantuan yang diperlukan secara tulus diterima dengan rasa syukur. Akan tetapi saya setuju tidak seharusnya digunakan alat tukar. Tolong jangan katakan: go to Hell with MY aid.")

Selain Helmi N Hakim, penulis produktif lainnya, Muhammad Alkaf yang juga pengajar di FISIP Unsyiah, Banda Aceh menuliskan komentarnya.

"Tonny Abbott adalah petinju di masa mahasiswa nya,  jadi dia berfikir dengan kepala tangannya bukan dengan otaknya. Semestinya dia tidak berkomentar dengan mengangkit ungkap bantuan tsunami yang dijadikan alasan membela warganya yang menjadi pengedar narkoba tersebut.

Aktivis yang rajin menulis di blognya bung-alkaf.com ini juga memberikan dukungan bagi Pemerintah Indonesia untuk tetap konsisten menegakkan hukum bagi para pengedar narkotika di negeri ini. 

"Kami mendukung hukuman mati untuk kedua narapidana narkoba tersebut.  Demi keadilan dan sebagai bentuk melawan narkoba yang dapat menghancurkan generasi muda Indonesia,"  katanya.

Diskusi di media sosial hingga malam ini terus ramai membincangkan pernyataan Tony Abbott. Para netizen menyebut bantuan Australia bagi Aceh ternyata, ada apa-apanya. "Berarti itu bukan bantuan tpi simpanan waktu saat perlu akan diambil kembali," tulis pemilik akun Nawi Pyc.

Sebagian lain juga menanti apa komentar Presiden Jokowi atas peryataan Abbott. Sebagaimana ditulis, Jonny Tanjung,  "Yang ku tunggu APA KOMENTAR MU PAK PRESIDEN?

Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved