Breaking News:

Satpol PP Segel Biliar di Beurawe

Virtual Snoker, tempat permainan biliar yang selama ini beroperasi di Jalan T Hasan Dek, kawasan Gampong Beurawe

Editor: bakri
Satpol PP dan WH Banda Aceh berdialog dengan pengelola billiard di kawasan Beurawe, Banda Aceh, Senin (2/3). Lokasi billiard ini terpakas disegel oleh petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh karena tidak memiliki izin usaha SERAMBI/SUBUR DANI 

* Tak Miliki Izin Usaha
* Petugas Juga Amankan Tiga Siswa Berseragam Sekolah

 BANDA ACEH - Virtual Snoker, tempat permainan biliar yang selama ini beroperasi di Jalan T Hasan Dek, kawasan Gampong Beurawe, Banda Aceh, Senin (2/3), disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Banda Aceh. Usaha hiburan itu disegel karena tidak lagi mengantongi izin, dan disebut-sebut ada kaitannya dengan penetapan Gampong Beurawe sebagai gampong syariat.

Amatan Serambi, pihak Satpol PP dan WH mendatangi lokasi tersebut sekira pukul 16.00 WIB. Saat petugas sampai, toko tersebut dalam kondisi terbuka, namun tidak semua pintu. Di dalamnya, tampak beberapa warga yang sedang bermain biliar. Petugas juga mengamankan tiga siswa SMA lengkap dengan seragam sekolah, sedang asik bermain biliar.

Usaha biliar tersebut baru disegel setelah petugas bernegosiasi dengan pengelola Virtual Snoker itu. Sementara pemilik Virtual Snoker tersebut tidak berada di lokasi saat penyegelan berlangsung.

Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi SSTP MSi, usai penyegelan usaha biliar itu kepada Serambi menyebutkan, penyegelan itu dilakukan karena tempat hiburan yang digandrungi laki-laki itu sudah tidak memiliki izin usaha lagi. “Tempat biliar ini izinnya sudah habis. Sebelumnya memang ada izin. Status tidak ada izin ini sudah berlangsung lama, makanya hari ini kita segel,” sebut Yusnardi.

Selain itu, kata Yusnardi, ada laporan bahwa di lokasi ini ada indikasi pelanggaran syariat. Keberadaan tempat biliar itu juga ada masalah dengan pihak Gampong Beurawe karena Beurawe merupakan gampong syariat.

“Ada komplain dari masyarakat. Kita juga sudah berkomunikasi dengan pihak gampong. Beurawe ini gampong syariah, jadi tidak mungkin tempat hiburan biliar ada di sini,” ujarnya. Ke depan, kata Yusnardi, pemilik usaha ini masih boleh membuka usahanya di lokasi yang sama, namun bukan usaha biliar.

Pemilik Virtual Snoker, Aldi Ferial Farid, saat diwawancarai secara terpisah, kepada Serambi mengatakan, tidak ada praktik yang melanggar syaiat di usaha miliknya itu. “Tidak ada perbuatan yang melanggar syariat di sini. Kita selalu mengimbau pelanggan, dan para pekerja juga mengeceknya. Di dinding di situ juga ada imbauan tidak boleh bermain judi dan sebagainya,” ujar Aldi.

Terkait tidak memiliki izin, Aldi memang mengakui bahwa usaha biliarnya itu tidak ada izin usaha lagi. Sebelumnya, kata Aldi, sejak 2011 hingga awal 2014 ia selalu mendapatkan izin dari Pemko Banda Aceh. Namun saat izinnya habis dan ingin memperpanjang lagi, petugas di Pemko mengarahkannya untuk mendapatkan rekomendasi keuchik setempat.

“Keuchik bilang tidak boleh, karena alasannya tempat saya itu ada judinya, ada wanitanya, padahal tidak ada. Kemudian katanya juga atas permintaan warga karena Beurawe sudah jadi gampong syariat, padahal selama ini saya tidak pernah terima komplain dari warga di sini. Jadi saya minta keadilan untuk kasus saya ini, jangan asal segel aja,” ujar Aldi.(sb)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved