Breaking News:

Bocah SD Menantang Maut di Jembatan Ambruk

Sambil berpegangan tangan, Tulus, Halimah, Dini, Agung, dan belasan siswa Sekolah Dasar (SD) Kampung Baru, Singkil Utara

Editor: bakri
Siswa Sekolah Dasar (SD) Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, Senin (9/3) melewati jembatan kayu yang ambruk sejak setahun lalu. SERAMBI/DEDE ROSADI 

SINGKIL - Sambil berpegangan tangan, Tulus, Halimah, Dini, Agung, dan belasan siswa Sekolah Dasar (SD) Kampung Baru, Singkil Utara, Senin (9/3), berjalan di titian kayu bekas jembatan yang telah ambruk, melewati sungai sepanjang 50 meter. Rutinitas menantang maut itu harus mereka lakukan setiap hari saat pergi dan pulang dari sekolah.

Selain lebar, sungai itu juga cukup dalam, dan sangat berbahaya bila sedang musim penghujan. Sebab, air deras bisa menenggelamkan kayu jembatan darurat yang dilewati. “Jalan alternatif menuju SD Kampung Baru, melalui jalan raya Singkil-Rimo. Namun, jaraknya lebih jauh. Sehingga anak-anak tetap melewati jembatan yang ambruk sejak setahun lalu itu,” ujar Jamin, warga setempat.

Saat menyeberangi jembatan ambruk itu, para bocah hanya mengandalkan keseimbangan tubuh agar tidak tercebur ke sungai, tanpa ada tempat berpegangan. Memang, belum ada laporan korban tenggelam karena terjatuh saat menyeberang jembatan tersebut. Namun, kondisi ini tidak bisa dibiarkan menunggu hingga jatuh korban.

“Jembatan ini ambruk setahun lalu, tapi sampai sekarang belum diperbaiki. Bahkan tidak ada upaya daripemerintah untuk memasang tali pengaman, demi menghindari jatuhnya korban,” tambah Jamin.

Menurut para bocah yang ditanyai usai melintasi jembatan tersebut, mereka tetap memilih melewati jembatan ambruk itu, lantaran lebih dekat ke SD Kampung Baru. “Kalau kami melewati jalan raya, selain jauh, juga banyak kendaraan melintas,” kata Tulus, bocah yang setiap hari menggunakan jembatan darurat itu.

Warga setempat meminta Pemkab Aceh Singkil segera memperbaiki jembatan di Sungai Siragian tersebut. “Kami minta Bupati memperbaiki jembatan ini, agar anak-anak bisa bersekolah dengan aman, dan perekonomian warga tidak terhambat,” harap Jamin, mewakili warga setempat.(de)      

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved