Puisi

Di Perbatasan Hidup

Siapakah dirimu berani menatap mataku gadis berjilbab putih

Karya Syamsul Bahri

Siapakah dirimu berani menatap mataku
gadis berjilbab putih
rona wajahmu seperti mata air gurun
Hari yang lalu hanya bertanya
Puisi mana yang paling menyentuh hatimu.

Siapakah dirimu berani menatap mataku.
Gadis yang mengenakan gaun malam
Telah menari di atas awan
Menyibak langit putih, menyelam dasar lautan
Kau pandang kekasih yang tidak mati ini

Siapakah dirimu yang berani menatap mataku
Wahai sang pujaan!
Hidup dalam nadi batu
Di bawah rumput-rumput hijau
Di seberang ibu kota sana.

20 Desember 2013 Banda Aceh

Meraba Masa

Seandainya sebuah patung dapat bicara
Akan kupahat wajahmu di ibu kota
Dekat makam pahlawan
Sungai yang mengalirkan air perjuangan

Mereka meletakkanmu hanya di batang pohon ini
Pohon tua yang memelas kasihmu
Orang lewat cukup membaca namamu
Dan sama sekali tidak bisa menyapamu

Seandainya sebuah patung dapat bicara
Akan banyak cerita-cerita baru
Kau kisahkan tentang kapal-kapal perang
Dan asmaramu waktu malam

Sekarang kau hanya dipahat dalam dinding sunyi
Tidak diukir dalam kaca permata
Burung pun enggan berkicau pagi ini
Kaki-kaki tinggal harapan.

Krueng Daroy, 8 Maret 2015

* Syamsul Bahri, penyair kelahiran Meureudue, Pidie Jaya. Tinggal di Banda Aceh. Dosen tidak tetap UIN Ar-Raniry dan peneliti di Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved