Kacab Pegadaian Takengon Ditemukan Tewas di Rumahnya
Hj Siti Jamilah (45), yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala PT Pegadaian Syariah (Persero) Cabang Takengon
* Tas Berisi Kunci Brankas Hilang
TAKENGON - Hj Siti Jamilah (45), yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala PT Pegadaian Syariah (Persero) Cabang Takengon, Jumat (20/3) pagi, ditemukan tewas dengan wajah lebam di rumahnya di Lorong Bahagia, Belang Kolak Satu, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Dodi Rahmawan Sik, melalui Kasatreskrim AKP Raja Gunawan MM yang dikonfirmasi Sabtu (21/3) mengatakan, korban diduga dihabisi Kamis (19/3) malam, namun baru diketahui Jumat (20/3) sekira pukul 06.30 WIB. “Informasi berawal dari suami korban bernama Walid yang curiga tentang kondisi istrinya karena sejak Kamis (19/3) malam tak bisa dihubungi via tiga handphone-nya,” katanya.
Saat itu Walid mengaku sedang berada di Lhokseumawe, tempat ia bekerja. Selanjutnya ia menghubungi tetangga korban di Takengon bernama Arif. Arif segera menuju rumah Siti malam itu, namun tak ada sahutan saat menggedor pintu rumah. Selanjutnya Jumat pagi, Arif bersama putrinya yang juga karyawan Pegadaian kembali menuju rumah korban bersama dengan sejumlah aparat desa setempat.
Saat tiba di sana, mereka melihat pintu samping sedikit terbuka. Warga lalu mengajak Dodi, seorang Satpam Pegadaian yang juga tetangga korban untuk melihat ke dalam. “Saat pintu dibuka, mereka menyaksikan Siti tergeletak tak bernyawa di ruang tengah. Jasadnya berada di atas atas kasur biru yang digelar di depan televisi,” AKP Raja Gunawan.
Dia menambahkan, saat itu korban mengenakan kain sarung. Di sampingmya juga ada sajadah, diduga ia selesai shalat. Saat ditemukan, Kondisi wajah ditutup dengan bantal, kemudian mulutnya disumpal dengan handuk kecil, dan ada pendarahan dari hidung. Tak ada luka berat, hanya lebam di wajah,” kata Raja Gunawan.
Selanjutnya aparat kampung memberitahu ke polisi. Kapolres, Kasatreskrim, Kasat Intel dan sejumlah personel polisi lainnya segera menuju lokasi. Aparat segera memasang police line dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban lalu dibawa ke RSU Datu Beru Takengon.
Menurut Kasatreskrim, berdasarkan hasil visum, penyebab meninggalnya korban adalah akibat tersumbatnya saluran pernapasan oleh pelaku. Korban diduga sudah meninggal 10 jam sebelum ditemukan. Usai divisum, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, yang selanjutnya dibawa ke Banda Aceh usai shalat Jumat.
Dijelaskan Kasatreskrim, motif pembunuhan masih dalam penyelidikan polisi. Pihaknya akan berusaha keras mengungkap kasus ini. Barang berharga di rumah korban, termasuk sepeda motor yang kunci kontaknya masih tergantung di sepeda motor, tak ada yang hilang. “Namun, tas yang biasa digunakan korban saat bekerja hilang. Tas itu diduga berisi kunci brankas Kantor Pegadaian,” kata AKP Raja Gunawan.
Dalam menangani kasus ini, polisi sudah memeriksa delapan saksi baik dari masyarakat setempat termasuk karyawan Pegadaian Syariah Cabang Takengon. Guna pengembangan penyelidikan, polisi juga melakukan olah TKP di Kantor Pegadaian Syariah di Jalan Leube Kader, Reje Bukit, Kecamatan Bebesen.
Kantor itu juga dipasang pilice line. Untuk sementara polisi menyimpulkan tak ada barang yang hilang di kantor itu. “Selain akan memintai keterangan pihak keluarga, kepada masyarakat luas kita mengimbau agar bekerja sama dengan polisi, jika ada mengetahui info yang bermanfaat untuk pengembangan penyelidikan,” pinta Kasatreskrim AKP Raja Gunawan.(gun)
Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |