Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026

Full Sponsor, Persiraja Masih Krisis

Krisis finansial seperti tak habis-habisnya menerpa Persiraja jelang bergulirnya kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia

Tayang:
Editor: bakri
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa aduddin Djamal menyerahkan baju baru kepada kiper Persiraja saat pengenalan pemain dan peluncuran jersey di Stadion H Dimurthala, Lampinueng, Banda Aceh, Kamis (26/3). SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Jersey Tim Diperkenalkan

BANDA ACEH - Krisis finansial seperti tak habis-habisnya menerpa Persiraja jelang bergulirnya kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2015 yang dijadwalkan minggu ketiga April mendatang. Kepastian ini terungkap dalam acara pengenalan atlet dan peluncuran atribut Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Kamis (26/3) sore.

Hanya saja, krisis yang melanda tim berjuluk Lantak Laju tersebut terkesan sangat ironi dan bertolak belakang dengan kenyataan bahwa jersey Persiraja justru full (penuh) dengan logo sponsor di bagian depannya. Bahkan, jika berkaca dari backdrop yang terpampang saat launching, tercatat ada 20 sponsor yang mendukung Laskar Rencong, mulai perbankan, perusahaan property, perseorangan, hingga distro. Sejatinya, dengan puluhan sponsor seperti itu, kas Persiraja semestinya ‘gemuk’ sehingga tak harus membuka ‘kotak sumbangan’.

Ketua Umum Persiraja, Asri Soelaiman dalam sambutan ala ‘curhat’ secara terbuka menyampaikan krisis dana tersebut di hadapan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Wakil Ketua DPRA Teuku Irwan Djohan, dan Anggota DPRA Bardan Sahidin, Sekum PSSI Aceh Khaidir TM, mantan Kadispora Aceh Asnawi, tokoh olahraga Aceh Aminullah Usman, mantan pemain Persiraja, dan para pendukung yang hadir di stadion.

Asri membeberkan, Persiraja pada musim 2014 punya utang Rp 600 juta kepada pemain, dan utang dengan pihak ketiga mencapai Rp 300 juta. Sedangkan untuk menghadapi musim 2015 ini, ungkap dia, Persiraja membutuhkan dana Rp 2 miliar. Sehingga jika dikaitkan dengan tunggapan musim lalu, maka manajemen perlu mencari dana sebesar Rp 3 miliar. “Mari sama-sama kita cari dana untuk Persiraja musim ini. Karena Persiraja milik publik Banda Aceh,” ujarnya.

Asri menyebutkan, salah satu terobosan mengatasi utang musim 2014 dan pendanaan musim 2015, adalah dengan meluncurkan program tiket terusan. Rencananya, tiket terusan VVIP dijual Rp 3 juta untuk delapan pertandingan. Kemudian VIP Rp 600 ribu, tribun A dan B Rp 300 ribu, tribun C dan D Rp 150 ribu. “Khusus untuk suporter Persiraja, tiket terusannya cuma Rp 100 ribu, tapi para suporter ini wajib pakai baju SKULL,” jelasnya.

Selain dari tiket terusan, lanjut Asri, pemasukan Persiraja juga diusahakan dari uang parkir di stadion, serta bantuan dari pihak ketiga yang peduli. Dia mengakui, selama ini Persiraja sudah mendapatkan sejumlah bantuan mulai dari topi, baju, celana, sepatu, jaket, dan medis. “Tapi sedikit yang memberi dana, makanya kita kurang mendapatkan dana,” ujarnya.

Kecuali itu, kata dia, pihaknya akan menggelar pertandingan kandang Persiraja pada malam hari agar penonton yang datang bisa lebih banyak. “Bahkan kali ini kita laksanakan pertandingan malam hari setelah Insya, agar banyak penonton yang datang. Semua ini dilakukan karena kami masih sangat memerlukan dana untuk Persiraja,” ucapnya.

Disebutkan Asri, berdasarkan informasi dari PSSI, kemungkinan besar kompetisi Divisi Utama akan bergulir pada Minggu ketiga April. Ada 10 klub bergabung di Grup I Wilayah Barat, yang berarti ada sembilan pertandingan kandang dan tandang dengan beban nantinya lima klub terbawah terdegradasi ke Liga Nusantara.

Sontak, pengakuan Asri Soelaiman tersebut cukup mengejutkan semua pihak yang hadir di Lampineung. Mengingat di papan besar yang ada di hadapan mereka tertulis puluhan nama sponsor Persiraja. Bahkan, musim ini di jersey Persiraja juga dipenuhi logo-logo sponsor yang terpampang cukup jelas. Padahal musim-musim sebelumnya tak terlihat penampilan logo sebanyak itu.

Asumsinya, jika jersey sebuah tim dipenuhi logo sponsor, pastinya cukup banyak dana yang masuk dalam kas tim tersebut. Contoh kasus adalah juara ISL musim 2014, Persib Bandung yang surplus anggaran karena ditopangi bejibun sponsor. Uniknya, situasi yang terjadi di Persiraja sepertinya bertolak belakang dengan asumsi tersebut. Soalnya, meski penuh sponsor, manajemen Persiraja tetap mengaku masih krisis dana.

Tim Persiraja yang memboyong 20 pemain bertolak ke Sumatera Utara (Sumut) melalui jalur darat, Kamis (26/3) malam. Skuad asuhan Akhyar Ilyas, Wahyu AW, dan Purwanto, ini siap menghadapi turnamen pramusim memperebutkan Piala Pangdam I Bukit Barisan yang digelar mulai 28 Maret hingga 5 April di Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara.

Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas kepada Serambi, tadi malam, mengatakan, 20 pemain sudah berangkat ke menuju Medan. Ke-20 pemain itu, yaitu Amirudin, Aulia Rahmad, Kurniawan, Andri Muliadi, Muarif, Rahmad, Ahmad Yani, Faumi Syahreza, Mundandar, dan Firman Mahya. Kemudian Safrizani, Taufik Aqsar, Fadhil Ibrahim, Luthfi Fauzi, Jessi Gunawan, Zoelfadli, Nurul Zikra, Septi Heriansyah, Nanda Lubis, dan Angga Parnanda. “Para pemain ini sudah mengikuti berbagai latihan untuk tampil di Medan,” ujarnya.

Seperti diketahui, pertandingan yang digelar atas inisiatif Panglima Kodam I BB, Mayjen Edy Ramayadi itu guna mengairahkan tim sepakbola sebelum kick-off Divisi Utama musim 2015. Panitia mengundang delapan tim termasuk lima dari Divisi Utama dengan membagi dalam dua grup. Untuk Grup A dihuni PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Kwarta Deli, dan Semen Padang U-21. Kemudian Persiraja Banda Aceh, Pro Duta FC, PS Bintang Jaya Asahan, dan PSAD tergabung di Grup B.(adi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved