Breaking News:

Jokowi Promosikan Aceh di Cina

Dalam pertemuan Indonesia-China Economic Cooperation Forum yang berlangsung di Beijing, Tiongkok, Jumat (27/3) kemarin

Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menyerahkan cendera mata kepada Dirut China Harbour, Tang Qiaoliang dalam rangkaian pertemuan Indonesia-China Economic Cooperation Forum di Beijing. 

* Ajak Investasi ke Sabang

BANDA ACEH - Dalam pertemuan Indonesia-China Economic Cooperation Forum yang berlangsung di Beijing, Tiongkok, Jumat (27/3) kemarin, Presiden Jokowi dengan penuh keseriusan mempromosikan Aceh, lebih khususnya lagi kota wisata Sabang. Even itu dihadiri 1.250 anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tiongkok dan Kadin Indonesia, serta turut dihadiri Perdana Menteri China, Li Keqiang.

Dalam pidatonya, Jokowi menyatakan, Indonesia memberi lampu hijau kepada para pengusaha Cina untuk berinvestasi di Indonesia. Pemerintah Indonesia pada masa pemerintahannya akan membangun tol laut dari Malayahati (Aceh Besar), Kuala Tanjung, Bitung, sampai ke Sorong (Papua Barat).

Presiden Jokowi juga menyinggung soal pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt, termasuk membangun pembangkit listrik baru di Aceh dan Sumatera Barat, untuk mendukung investasi di Indonesia. Juga akan dibangun kereta api trans-Sumatra dari Banda Aceh hingga Lampung, jalan highway Sumatra, dan kawasan industri khusus baru, termasuk di Lhokseumawe.

Menurut Jokowi, akan dibangun pula industri perikanan di Sabang dengan memanfaatkan potensi ikan di laut Aceh yang mencapai 276.000 ton per tahun. Selain itu, Sabang akan dijadikan sebagai international hub port. IHP adalah pelabuhan internasional sebagai pengumpan. Artinya, barang/muatan yang akan diangkut dengan kapal-kapal jalur pelayaran luar negeri dikumpulkan lebih dulu di Sabang.

Untuk itu, Jokowi mengajak para investor Tiongkok berinvestasi di Indonesia. “Kami menjanjikan adanya kemudahan perizinan melalui pelayanan terpadu,” kata Presiden Jokowi sebagaimana dikutip dan dilaporkan Ir Iskandar MSc kepada Serambi via email tadi malam.

Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh itu berada di Beijing sejak Rabu (25/4) lalu menyertai kunjungan kerja Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah. Ikut bersama gubernur dalam lawatan ke Negeri Tirai Bambu ini, antara lain, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ir Fauzi Husin, Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam, M Adli Abdullah MCL salaku Staf Khusus Gubernur Aceh Bidang Komunikasi dan Hubungan Internasional, serta A Latief, pengusaha Pasaraya dan mantan menteri Tenaga Kerja RI.

Seluruh rombongan dari Aceh itu akhirnya Jumat kemarin bergabung dengan Presiden Jokowi dan sejumlah gubernur dari Indonesia dalam Forum Indonesia-China Economic Cooperation yang berlangsung di Beijing.

Sementara itu, Perdana Menteri China, Li Keqiang menyambut baik ajakan kerja sama dari Presiden Jokowi. Ia menyebutkan kelebihan Tiongkok, selain dapat memproduksi barang dalam jumlah besar, juga kualitasnya baik. Li Keqiang juga mengimbay hendaknya ada pengusaha dari Indonesia yang berinvestasi di Tiongkok.

 Teken MoU
Sementara itu, dalam sesi pertemuan gubernur dari Indonesia yang diwakili Gubernur Aceh, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, dan Jambi di Golden Hall, depan Lapangan Tiananmen, Beijing, dilakukan penandatanganan 31 MoU antara pengusaha Tiongkok dan pengusaha Indonesia. Salah satunya adalah antara BPKS dengan China Harbour untuk membuat studi kelayakan menjadikan Sabang sebagai international hub port, sebagaimana dimaui Presiden Jokowi. Pertemuan itu mengusung tema win-win coopeartion sharing developement oportunities (kerja sama pembangunan yang saling menguntungkan).

Gubernur Zaini menyatakan bahwa Presiden Jokowi sangat serius mempromosikan Aceh ke dunia internasional. “Kita harapkan apa yang diucapkan Presiden Jokowi di forum tersebut dapat direaliasikan untuk mengatasi ketertinggalan Aceh selama ini dan kita harapkan dukungan semua pihak di Aceh untuk membangun Aceh pascakonflik,” ujarnya.

Menurut Adli Abdullah, China Harbour sangat antusias dan merespons apa yang disampaikan Gubernur Aceh. Bentuk dari respons tersebut, Mr Tang Qiaoliang dalam waktu dekat akan mengirim tim survei melihat potensi Sabang untuk dikembangkan sebagai international hub port. Apalagi belakangan ini China Harbour sudah masuk ke Thailand, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. (dik)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved