Bocah Penderita Tumor Jalani Terapi Tradisional
Rahmatul Nisfu (14) bocah penderita tumor di bagian kaki sebelah kanan sekitar pukul 18.00 WIB, Jumat (3/4) kemarin kembali
BANDA ACEH - Rahmatul Nisfu (14) bocah penderita tumor di bagian kaki sebelah kanan sekitar pukul 18.00 WIB, Jumat (3/4) kemarin kembali dilarikan ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) setelah sebelumnya dibawa pulang dan dirawat di rumah sewa di Jalan Blangbintang Lama, Desa Lampuya, Tungkop, Aceh Besar.
Ia bersama ibunya, Maimuna dan kakak kandungnya Marzulisma, untuk sementara menempati rumah sewa berkontruksi kayu untuk merawat Rahmatul. Amatan Serambi, Kamis (2/4), tumor yang diderita bocah yatim asal Gampong Rot Teungoh, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan ini sudah membesar dan tidak sanggup digerakkan lagi.
Saat ini, bocah yang masih duduk di kelas II MTsN Kuta Buloh, Kecamatan Meukek ini terpaksa menjalani pengobatan secara tradisional (kampung) setelah pihak RSUZA tidak mampu menanggani secara medis karena sudah terlalu besar. Itu sebabnya Rahmatul dibawa pulang ke rumahnya untuk diobati secara tradisional.Bahkan, hampir setiap malam Rahmatul tak kuasa menahan sakit hingga menangis.
Kakak kandung Rahmatul, Marzulisma yang didampingi Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) dan Komunitas Peduli Anak Kanker kepada Serambi mengatakan, pihak keluarga sudah membawa adiknya ke RSUZA dan menjalani perawatan sejak tujuh hari lalu. Dokter mendiagnosa Rahmatul mengindap penyakit osteosarkoma. Osteosarkoma merupakan penyakit yang sel kankernya (ganas) ditemukan di tulang. Penyakit ini paling umum dari jenis kanker tulang dan paling sering terjadi di remaja dan dewasa muda.
dr Azharuddin sebagai dokter yang menangani Rahmatul mengatakan, tumor yang diderita bocah tersebut sudah mencapai tingkatan empat sehingga menyulitkan dokter untuk mengambil tindakan. “Yang diderita anak bersangkutan sudah tingkat empat, kalau lokasinya bukan didekat pangkal paha, mungkin bisa kita lakukan amputasi,” katanya kepada Serambi.
Tapi karena lokasi didekat pangkal paha, sambungnya, tidak memungkin lagi untuk dioperasi. Karena tidak mungkin dipotong sampai ke perut. “Jadi solusinya, pengobatannya dilakukan secara variatif. Yaitu, sejenis pengobatan tumor yang sudah tidak bisa dilakukan operasi lagi,” jelas dr Azhar.
Jenis pengobatan ini, tambahnya, apa bila pasien mengalami kekurangan darah maka pihaknya akan melakukan transfusi darah, jika kesakitan akan diberi obat anti sakit, dan apa bila tidak bisa tidur dan tidak ada nafsu makan akan diberi obat tidur dan nafsu makan. “Itu memang pilihan, karena tidak memungkinkan dilakukan operasi,” sebutnya.
Jikapun dirujuk ke rumah sakit lain, dr Azhar tidak bisa menjamin bisa ditangani. Sekalipun dibawa ke Amerika Serikat, jika keadaannya seperti saat ini, pilihan pengobatan tetap variatif. “Seandainya kami bisa merujuk ke pusat tumor, kita akan rujuk ke rumah sakit kanker. Tapi malah diketawain jika kita merujuk seperti itu,” ungkap Wakil Direktur Pelayan Medis RSUZA ini.(mz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rahmatul-nisfu-14-bocah_20150404_085448.jpg)