Breaking News:

Tim Polda Tangkap Anggota Din Minimi

Dua orang yang mengaku anggota Din Minimi ditangkap oleh Tim Polda Aceh di wilayah Riau, Minggu 5 April 2015

Editor: bakri
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah bersama Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar, Ketua DPRA, Muharuddin, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi dan Kajati Aceh, Tarmizi Amin melakukan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah secara tertutup di Pendapa Gubernur Aceh, Rabu (8/4/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Dua orang yang mengaku anggota Din Minimi ditangkap oleh Tim Polda Aceh di wilayah Riau, Minggu 5 April 2015. Sejauh ini sudah tiga anggota komplotan bersenjata api yang terlibat serangkaian tindak kriminal di wilayah timur dan utara Aceh diciduk oleh pihak keamanan.

Informasi ditangkapnya dua anggota Nurdin Ismail alias Din Minimi tersebut disampaikan Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (8/4). Kedua orang yang ditangkap di Riau tersebut adalah Yus alias Limpok dan Nur alias Cekdu. Keduanya sering terlibat aksi kriminal di wilayah Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Timur sebelum akhirnya lari ke Riau dan tertangkap di sana. Sedangkan dua minggu lalu, di Aceh Utara, polisi menangkap Doyok, juga anggota Din Minimi.

Menurut Kapolda Aceh, hasil pengembangan dari Limpok dan Cekdu, tim Reskrim Polda Aceh menyita senjata api laras panjang di satu tempat penyimpanannya di Julok, Aceh Timur. Senjata api itu biasa digunakan komplotan tersebut untuk melakukan aksi kejahatan.

Limpok dan Cekdu, menurut Kapolda Aceh telah melakukan sedikitnya lima tindak kejahatan seperti pemerasan, pembakaran, penculikan dengan modus minta uang tebusan, dan lainnya.

Dikatakan Kapolda Aceh, dengan telah ditangkapnya tiga anggota kelompok bersenjata api yang sering beraksi di wilayah timur Aceh, akan membantu Tim Reskrim Polda Aceh dan Polres di kabupaten/kota untuk mengungkap dan menangkap pelaku tindak pidana kriminal lainnya, termasuk pembunuh dua anggota Kodim Aceh Utara dan satu anggota Polres Pidie.

Polisi bersama TNI, kata Husein Hamidi terus memburu dan mengejar pelaku yang membunuh dua anggota Kodim Aceh Utara yang jumlahnya 15 orang yang diyakini masih berada di wilayah pengepungan.

“Mereka belum ke luar dari wilayah Aceh, makanya kita intensifkan pengejaran dan pengepungan,” tandas Kapolda Aceh sambil meminta dukungan masyarakat agar bisa secepatnya menangkap komplotan bersenjata api itu hidup atau mati.

Kepada jajarannya hingga ke tingkat kecamatan, Kapolda menyerukan untuk selalu siaga dan waspada terhadap ancaman kamtibmas, baik itu yang dilakukan kelompok bersenjata api yang sedang diburu maupun kelompok kriminal lainnya yang akan tumbuh.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved