Pemkab belum Jalankan Qanun Penertiban Hewan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie belum menjalankan Qanun Nomor 7 tentang larangan hewan ternak yang

SIGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie belum menjalankan Qanun Nomor 7 tentang larangan hewan ternak yang berkeliaran. Buktinya, sampai kini hewan peliharaan warga itu masih berkeliaran di ruas jalan nasional maupun sarana umum lainnya. Hal itu dikatakan anggota DPRK Pidie dan penggiat LSM secara terpisah kepada Serambi, Sabtu (9/5).

Anggota DPRK Pidie, Teuku Saifullah MS, kepada Serambi Sabtu (9/5) mengatakan, seharusnya Pemkab Pidie harus mengimplementasikan Qanun Nomor 7 tentang ternak berkeliaran yang telah disahkan dewan tersebut. Implementasi qanun tersebut harus seratus persen bukan setengah-setengah. “Kalau saya perhatikan sekarang, Pemkab menjalankan Qanun Nomor 7 itu belum seratus persen. Buktinya, masih banyak kita temukan lembu dan kerbau serta kambing berkeliaran di ruas jalan nasional dan di pusat pasar Sigli,” kata T Saifullah.

Dikatakan, hewan peliharaan warga sering memasuki kantor pemerintahan dan lingkungan Masjid Al-Falah Sigli. Bebasnya hewan berkeliaran di fasilitas umum sangat mengganggu kebersihan karena hewan itu akan berak di mana-mana.

“Kita sering melihat adanya kotoran lembu di ruas jalan dan di halaman Masjid Al-Falah Sigli,” ujar politisi Partai Golkar Pidie itu.

Jubir LSM Jarisan Aspirasi Rakyat (JARA) Pidie, Teuku Muliadi SH, kepada Serambi kemarin, Satpol-PP dan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Pidie harus cepat menangani hewan berkeliaran di jalan raya. Kadua instansi itu jangan takut karena ada qanun yang mengatur telah disahkan dewan untuk menertibkan lembu dan kambing.

Menurutnya, masalah penertiban hewan ternak menjadi masalah serius di Pidie, tapi belum adanya implementasi nyata di lapangan. Padahal, Qanun Nomor 7 sudah sangat terang diperintahkan kepada Pemkab Pidie, agar menertibkan lembu, kambing dan kerbau yang berkeliaran di sarana umum. “Jangan berasalan dana belum cair karena kondisi di lapangan sangat mendesak. Karena lembu hampir setiap hari berkeliaran di fasilitas umum,” katanya.

Kepala Satpol-PP dan WH Pidie, Sabaruddin SH, kepada Serambi Sabtu (9/5) mengatakan, penertiban lembu, kerbau dan kambing di ruas jalan nasional maupun di fasilitas umum lainnya. Katanya, saat ini anggota Satpol-PP sering dikerahkan mengusir ternak berkeliaran.

Dikatakan, saat ini pihaknya sedang mencari lokasi untuk menampung hewan tersebut. Sebab, lokasi penampungan hewan yang disediakan Distannak Pidie terletak di Cot Padang Nila, Kecamatan Padang Tiji. “Lokasi yang disediakan dinas jauh, kita mencari lokasi penampungan di seputar Kecamatan Kota Sigli,” kata mantan Sekwan DPRK Pidie itu.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved