Sabtu, 9 Mei 2026

Zimbabwe Bekukan Mata Uang Lokal

Ekonomi Zimbabwe mengalami kesulitan sejak kebijakan pemerintah merebut lahan milik warga berkulit putih pada 2000, yang menyebabkan jatuhnya ekspor

Tayang:
Editor: Amirullah
IST
Uang kertas Zimbabwe 

SERAMBINEWS.COM, HARARE - Pemerintah Zimbabwe, Jumat (12/6/2015) memutuskan menonaktifkan mata uang lokal dan saat bersamaan meresmikan sistem penggunan mata uang asing selama periode hiperinflasi. Mulai Senin (15/6), warga Zimbabwe bisa menukarkan uang tunai hingga 175 kuadriliun dolar Zimbabwe (175.000.000.000.000.000) untuk 5 dolar AS.

Saldo yang lebih tinggi akan ditukar pada kurs Z$35 kuadriliun untuk 1 dolar AS Langkah ini telah "tertunda untuk waktu yang sangat lama," kata Gubernur Bank Sentral John Mangudya, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

"Kami tidak bisa memiliki dua sistem mata uang yang berbeda. Oleh karena itu kita harus menjaga integritas sistem penggunaan mata uang berbeda-beda atau dolarisasi di Zimbabwe," sebutnya. Melalui sistem ini, warga Zimbabwe memiliki waktu sampai akhir September untuk menukarkan mata uang dolar lokal ke dolar Amerika Serikat atau mata uang Afrika Selatan, Rand.

Ketika hiperinflasi terjadi enam tahun yang lalu, mata uang asing seperti dolar AS dan Rand mulai dipakai. Hiperinflasi di Zimbabwe menyebabkan kelangkaan barang-barang pokok, toko- toko harus mengubah harga barang beberapa kali sehari, dan warga Zimbabwe harus mengangkut uang dengan gerobak.

Uang kertas terakhir yang dicetak oleh Zimbabwe bernilai Z$100 miliar, yang masih belum cukup untuk membeli tiket bus. Ekonomi Zimbabwe mengalami kesulitan sejak kebijakan pemerintah merebut lahan milik warga berkulit putih pada 2000, yang menyebabkan jatuhnya ekspor negara tersebut.(afp/bbc/muh)

Tags
Zimbabwe
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved