Breaking News:

Murid SD Nobar Film Hafalan Shalat Delisa

Murid SD dan pelajar SMP di Pidie, Minggu (14/6) nonton bareng (Nobar) film inspiratif Hafalan Shalat Delisa

Sebanyak 720 murid SD dan pelajar SMP di Kabupaten Pidie, menyaksikan pemutaran film inspiratif dengan judul Hafalan Shalat Delisa di Gedung Meusapat Ureung Pidie, Minggu (14/6). Pemutaran film secara gratis pada kalangan pelajar dan guru itu merupakan program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)-RI. SERAMBI/M NAZAR 

SIGLI - Murid SD dan pelajar SMP di Pidie, Minggu (14/6) nonton bareng (Nobar) film inspiratif Hafalan Shalat Delisa dan Tabula Rasa, di Gedung Meusapat Ureung Pidie. Pemutaran film pendidikan itu adalah gratis untuk pelajar yang digagas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdibud)-RI.  

Event Organizer (EO), Razi Ramadhan kepada Serambi Minggu (14/6) mengatakan, pemutaran film Shalat Delisa dan Tabula Rasa merupakan dua film yang dikemas sebagai film inspiratif yang harus ditonton oleh kalangan murid dan pendidik. Kedua film tersebut disuguhkan untuk pelajar dan guru karena program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan-RI.  “Untuk Aceh, kita memilih Kabupaten Pidie untuk menayangkan dua film tersebut,” kata Razi.

Menurut dia, jumlah penonton film itu di Pidie mencapai 1.300 orang, dengan rincian pelajar 700 orang plus guru 600 orang. Jadwal pemutaran film untuk pelajar pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dengan judul film Hafalan Shalat Delisa. Adapun guru jadwalnya pukul 13.30 WIB hingga 17.00 WIB, dengan judul film Tabula Rasa.

“Khusus untuk murid dan pelajar, kami memberikan baju, alat perlengkapan sekolah, snak, makan siang dan dana transportasi. Sementara untuk guru kita berikan souvenir dan kaset film tersebut plus uang saku,” kata Razi.

Dijelaskan, diputarnya dua film tersebut untuk kalangan pendidik, turatama pelajar untuk menciptakan karakter anak. Seperti di awal cerita film Hafalan Shalat Delisa yang menceritakan tentang kehangatan dan kesejukan ilustrasi keluarga Delisa. Hingga terjadi peristiwa tsunami 26 Desember 2004. Musibah tersebut seakan terjadi sebagai peringatan sang Maha Khaliq. Tetapi, ayat Alquran yang dibacakan ibu Delisa yang kemudian menyadarkan anak itu dari pingsan berhari-hari. Bahwa Delisa yang kehilangan kaki akibat tsunami, tapi masih mampu tersenyum karena sebelah kakinya yang lain masih bisa digerakkan.  

Sedangkan, film Tabula Rasa tidak saja bercerita tentang kuliner atau makanan, melainkan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia. Juga nilai-nilai budaya Indonesia yang mulai terlupakan, antara lain toleransi dan rasa tolong-menolong yang diwujudkan kembali melalui Bhinneka Tunggal Ika lewat makanan.(naz)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved