Salam

Ramadhan Telah Tiba

Ahlah wa sahlan ya Ramadhan, selamat datang wahai bulan Ramadhan, bulan berkah penuh keagungan

Ahlan wa sahlan ya Ramadhan, selamat datang wahai bulan Ramadhan, bulan berkah penuh keagungan dan berlimpah pahala bagi siapa saja yang mengerjakan amal kebajikan dengan ikhlas tak berharap balasan.

Insha Allah, besok kita akan memulai ibadah ini bersama-sama, menyemarakan malamnya dengan shalat tarawih dan tadarus. Mengisinya setiap harinya dengan amaliah sunnah berpahala wajib, meninggalkan segala bentuk perbuatan tidak bermanfaat dan perkataan kotor yang merusak pahala puasa.

Jauh hari sebelum Ramadhan tiba, seruan berbuat kebajikan telah diwejangkan oleh para ulama Aceh, tokoh agama, dan karib kita semua yang memahami kaidah-kaidah syar’i.

Seruan itu menjadi pengingat agar kita tidak menyiakan-nyiakan kesempatan untuk terus berbuat baik dan mengerjakan segala bentuk perintah Allah Swt. Nabi Muhammad Saw pun telah berwasiat agar kita berpuasa dengan ikhlas dan berharap ridha Allah Swt semata.

Dalam satu khutbah di akhir Sya’ban, Rasulallah Saw bersabda di hadapan para sahabat. Beliau menyampaikan panduan-panduan kebajikan yang dapat kita kerjakan untuk menabung pundi-pundi amal yang diridhai Allah Swt.

“Hai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah mewajibkan puasa di dalamnya, dan bangun malamnya hanyalah sunnah. Dan barang siapa berbuat kebaikan di dalamnya (yang sifatnya sunnah) untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka (pahalanya) bagaikan mengerjakan yang fardhu di bulan lainnya. Barang siapa yang mengerjakan amalan fardhu, maka (pahalanya) bagaikan mengerjakan tujuh puluh amalan fardhu di bulan lainnya.”

Pada satu penggalan lain, dari beberapa wasiat yang Nabi sampaikan beliau juga menyeru umat Islam untuk menjadi bagian dari orang-orang yang gemar berbagi, menolong, dan membantu sesama.

Dalam keadaan susah dan serba terbatas pun, Rasulallah Saw menganjurkan umatnya memberi meski hanya satu butir kurma, seteguk air, dan seisapan air susu.

Ramadhan adalah bulan kemulian, maka muliakanlah orang tua, sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraan. Jagalah lidah. Tahanlah pandangan dari yang tidak halal dipandang. Peliharalah pendengaran dari yang tidak halal didengar.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan, semoga kita digolongkan kepada barisan orang-orang bertaqwa, sebagaimana yang diharapkan dari ibadah puasa itu sendiri.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved