Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Serambi Spiritual

Kata "Marhaban" itu Khusus Untuk Tamu Istimewa

Tidak dianjurkan marhaban yaa muharram, karena Ramadhan memang tidak ada bandingannya...

Penulis: Eddy Fitriadi | Editor: Jalimin
shutterstock
ILUSTRASI. 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tepat hari ini, Kamis (18/6/2015) masyarakat Aceh serentak melaksanakan puasa ramadhan perdana.

Antusiasme masyarakat dalam menyambut ramadhan kali ini terlihat dari keramaian di masjid Raya Baiturrahman, masjid di setiap kompleks perumahan, bahkan di surau-surau perkampungan, pada tarawih tadi malam.

Hampir di setiap masjid, surau, perkantoran, pusat pendidikan, terbentang spanduk maupun poster bertuliskan "Marhaban Yaa Ramadhan".

Tentu hal itu tidak asing lagi bagi kita, umat islam berlomba-lomba menyambut bulan turunnya Alquran ini.

Tgk Faisal Ali mengatakan, kata "Marhaban" merupakan sebuah ungkapan istimewa untuk sesuatu yang istimewa pula.

"Sebab ramadhan itu merupakan tamu spesial dengan segala keutamaannya. Tidak dianjurkan marhaban yaa muharram, karena Ramadhan memang tidak ada bandingannya," ujar Tgk Faisal Ali, menjabat Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, dalam Serambi Spiritual di Radio Serambi FM 90,2 MHz, Kamis (18/6/2015).

Oleh sebab itu menurutnya, diperlukan persiapan istimewa pula dalam menyambut tamu istimewa itu.

"Ada persiapan khusus tentunya, bagi mereka yang menganggap Ramadhan itu istimewa, dan persiapan itu seharusnya meningkat dibanding tahun lalu," ujar dia.

Mengutip hadits Rasulullah SAW, Tgk Faisal menjelaskan, banyak umat muslim yang berpuasa tapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga.

"Itu sebabnya kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya, mengkaji lagi seperti apa puasa yang diperintahkan Allah SWT, hal yang membatalkan puasa maupun yang menghilangkan pahalanya," jelasnya.

Di samping itu, Nurdin, penelepon yang berpartisipasi dalam program ini menanyakan tentang hal-hal apa saja yang membatalkan dan mengurangi pahala puasa.

Tgk Faisal menjelaskan, hal-hal yang membatalkan puasa ialah makan, minum, muntah, hubungan suami-istri dan sebagainya. Sedangkan hal yang menghilangkan pahala puasa yaitu ghibah, fitnah, dan berbohong.

"Bahkan melalaikan puasa, seperti sengaja melakukan aktivitas yang menyebabkan kita lupa bahwa sedang berpuasa, itu juga menghilangkan pahala puasa," tandasnya.

Dalam talkshow interaktif Ramadhan kali ini terselenggara atas kerjasama Radio Serambi FM dan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI). (*)

Tags
Ramadhan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved