Puisi

Kenapa Aku tak Pulang

Sepasang mata berlembing di sisimu Selalu menahanku menuju pulang

Karya May Yusra Soelaiman

Sepasang mata berlembing di sisimu
Selalu menahanku menuju pulang
Arahku semakin jauh
Tapi kenapa kau tak turut berlari?
Kau berdiri, tangismu tumpah
Ke bumi
Mengalir ke arahku
Kenapa kau tidak berlari kepadaku?

Sepasang mata berlembing di sisimu
Menjarakkan kita sampai berkilometer
Kenapa hatiku tidak pulang

Kau mendaras tentang kasih sayang
Kerinduan yang meruncing
Jadi pisau-pisau dan aku luka
Suaramu mantra penunduk
Tapi,
Bagaimana kutuju huma
Sedang aku, kakiku sandung pada lembing di mata.

Juni, 2015

Suatu Hari Ketika Kita Bercerita

Kau bilang, kita terlalu asik dengan kejayaan
Seraya kita sibak sutera-sutera hitam
sulaman emas punya moyang kita di kerajaan
Kita buka halaman-halaman hadiah masa lalu dengan pongah
Ketika bendera kita di pucuk tiang,
Bergerak mengikut angin
Hingga barat timur selatan utara
Membalik badan menatap kita

Kau bilang, sekarang kita sedang menutup mata
Dari kecacatan tubuh sendiri
Kita sakit. Lingkungan kita kotor.
Pikiran kita mampat
Kita adalah got-got hitam dipenuhi sampah.
Lalat-lalat gemuk mengerumuni makanan busuk.
Tapi kita kenapa menjadi nyaman?

Kau bilang, (dengan nada pilumu)
Kau ingin pergi. Ke barat timur selatan utara.
“Aku menjadi pesakit di tanahku sendiri”
Tapi, bukankah kau yang memahami kesakitan itu
adalah obatnya sekaligus?

Juni, 2015

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved