Info Mudik 2015
Brimob Ditempatkan di Titik Rawan Kriminal
Polda Aceh tak hanya membuka pos-pos pengamanan lalu lintas di sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas sepanjang
* Saat Mudik dan Arus Balik
BANDA ACEH - Polda Aceh tak hanya membuka pos-pos pengamanan lalu lintas di sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas sepanjang jalan di Aceh saat pelaksanaan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1436 Hijriah pada 2015 ini, tapi juga menempatkan Brimob di titik yang dinilai rawan tindakan kriminal, seperti perampokan dan pemerasan.
Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Kilat Purwoyudo menyampaikan hal ini kepada Serambi saat meninjau lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di ruas jalan nasional kawasan Seunapet, Seulawah, Aceh Besar, Kamis (2/7).
“Penempatan Brimob di daerah rawan tindakan kriminal untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang mudik ke kampung halaman masing-masing,” kata Dirlantas.
Dirlantas juga menyebutkan 59 pos pengamanan lebaran akan dibangun seminggu menjelang pelaksanaan mudik, ditambah 32 pos pelayanan terpadu di ruas jalan nasional. Selain itu, Dirlantas bersama Polres kabupaten/kota akan menempatkan rambu-rambu tanda bahaya di daerah rawan kecelakaan. “Misalnya pada tikungan patah, turunan tajam atau pendakian gunung yang tinggi. Kemudian, di wilayah rawan longsor, dan lainnya. Selain itu juga dipasang spanduk pemberitahuan tanda bahaya di daerah rawan kecelakaan. Ini semua dilakukan untuk lebih memberi rasa aman dan nyaman saat mudik,” ujar Dirlantas.
Kombes Pol Kilat juga mengimbau pemudik untuk berhati-hati. Pemudik diharap mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat hingga silakan istrahat jika pengendara sudah merasa capek, baik di SPBU, pos keamanan mudik, pos pelayanan terpadu, dan lainnya.
Pada kesempatan itu, Kadishubkomintel Aceh, Ir Hasanuddin diwakili Kabid Darat, Raidin Pinem mengatakan tak akan terjadi penumpukan jumlah pemudik di terminal jumlah kendaraan pengangkut mencapai 4.000 unit mulai ukuran kecil hingga besar. Sedangkan Wakil Ketua DPRA, Drs H Sulaiman Abda MSi berharap seluruh petugas bekerja ikhlas, cepat, dan tanggap dalam mengatasi masalah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Ir Anwar Ishak kepada Serambi mengatakan untuk persiapan mudik, pihaknya akan menyiagakan sejumlah alat berat dan operator bersama penyediaan BBM yang cukup di lokasi rawan longsor.
Menurutnya, selain 14 ruas jalan lintas tengah yang sedang dikerjakan saat ini, masih ada empat ruas jalan provinsi dan nasional yang masuk dalam kawasan daerah rawan longsor. Pertama, ruas jalan Isaq-Jagong Jeget-Batu Lintang-Gelulungi, kedua ruas jalan Geumpang-Tutut-Meulaboh, ketiga Takengon-Bintang, dan keempat Krueng Raya-Laweung, Batee-Tibang. “Kepada masyarakat yang melintas pada ruas jalan itu, diminta untuk ekstra hati-hati,” imbau Anwar Ishak. (her)