Breaking News:

Serambi Spiritual

"Banyak yang Berjuang, tapi Tak Tahu Apa yang Diperjuangkan"

kekacauan yang terjadi hampir di seluruh negara muslim saat ini tidak selalu disebabkan oleh faktor internal...

Penulis: Eddy Fitriadi | Editor: Eddy Fitriadi
GETTY IMAGES
Ilustrrasi senjata AK-47. 

Laporan Eddy Fitriady | Banda aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Dewan Dakwah Aceh, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA mengatakan, umat islam kini tertinggal dalam segala hal. Untuk mengejar ketertinggalan itu, menurutnya, seluruh muslim dunia harus bersatu dan berjuang bersama di bidangnya masing-masing.

Dia menyebutkan, kekacauan yang terjadi dalam dunia muslim belakangan ini disebabkan oleh minimnya ilmu pengetahuan, serta tak mampu mengendalikan emosi. "Kita harus mengkaji sesuatu secara menyeluruh, dan ingat bahwa kita sesama muslim adalah saudara," ujar Tgk Hasanuddin Y Adan, Senin (13/7/2015) dala program Serambi Spiritual.

Di samping itu, dia juga menekankan bahwa setiap muslim semestinya mengetahui hakikat perjuangan dan tujuannya. "Sayangnya, banyak yang berjuang, tapi tak tahu apa yang diperjuangkan," jelasnya.

Untuk menjaga persatuan dan kesatuan, Tgk Hasanuddin Y Adan menyebutkan tiga konsep yang seharusnya diterapkan. "Tiga konsep utama ini yaitu persatuan bangsa, persatuan syariat dan persatuan ukhuwah. Tiga rumusan ini dipayungi oleh daulah islamiyah," tambahnya.

Serambi Spiritual hadir selama Ramadhan dari Senin-Jumat pada pukul 10.00-11.00 WIB dengan narasumber yang berbeda setiap harinya. Program interaktif ini merupakan kerjasama antara SerambiFM dan KWPSI, dan didukung oleh Bank Aceh Syariah.

Program bedah masalah agama edisi Senin (13/7/2015) ini mengangkat tema "Persatuan." Hadir di studio SerambiFM, Ketua Dewan Dakwah Aceh, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dan dipandu host Nico Firza.

Tgk Hasanuddin menambahkan, kekacauan yang terjadi hampir di seluruh negara muslim saat ini tidak selalu disebabkan oleh faktor internal. "Faktor internal seperti perbedaan dalam ibadah kerap memang tak bisa dinafikan, tapi hal tersebut sudah terjadi pada zaman sahabat Nabi SAW," ujar dia.

Dia melanjutkan, faktor eksternal juga mempunyai pengaruh besar dalam menghancurkan islam. "Pihak tertentu inilah yang mengambil kesempatan ketika sesama muslim bertengkar,"tandasnya.(*)

Tags
Ramadhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved