Serambi Spiritual

Menyambut Hari Raya Idul Fitri dalam Tradisi Aceh

"Pada masa kesultanan Aceh dahulu, persiapan menyambut Idul Fitri sudah dilakukan sebelum bulan ramadhan,"

Penulis: Eddy Fitriadi | Editor: Eddy Fitriadi
serambinews.com
Timphan, kue tradisional Aceh yang sering dijumpai ketika Idul Fitri. 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Idul Fitri sudah di depan mata. Masyarakat menyambut hari besar ini dengan penuh suka cita. Dalam beberapa hari ke depan, para ayah sibuk membersihkan halaman rumah, memperbaiki keran air yang bocor atau mengecat pagar. Sedangkan para ibu sibuk dengan kue lebaran, leumang ataupun timphan. Ibu rumah tangga rata-rata membuatnya sendiri, sedangkan wanita karir lebih suka yang praktis dengan membeli saja di swalayan terdekat.

Menurut Dewan Pembina KWPSI, Tgk Tarmizi Abdul Hamid, persiapan menyambut Idul Fitri di Aceh mengalami perubahan dari masa ke masa. "Pada masa kesultanan Aceh dahulu, persiapan menyambut Idul Fitri sudah dilakukan sebelum bulan ramadhan," ujarnya. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat berkonsentrasi pada ibadah di bulan ramadhan.

"Masyarakat Aceh dulu mempersiapkan secara total baik fisik maupun materi. Bahkan di kampung-kampung, para orangtua menyuci rumahnya agar terlihat bersih ketika Hari Raya," jelas Tarmizi.

Kolektor Manuskrip kuno Aceh ini juga menyebutkan, ada satu ungkapan yang masih melekat dan dipraktekkan para orang tua sejak dulu. "27 peugot timphan, 28 teut bada, 29 peugot peunajoh, genap 30 meu-uroe raya," ungkapnya.

Sebab, menurut Tgk Tarmizi, selain tradisi mengunjungi orangtua ketika lebaran, tradisi kuliner juga sangat kental dalam budaya Aceh. "Itu sebabnya beberapa hari menjelang Hari Raya, ibu-ibu menyibukkan dirinya membuat masakan untuk dihidangkan kepada sanak famili yang tiba," kata dia.

Dalam Serambi Spiritual edisi terakhir, Selasa (14/7/2015), tim menghadirkan Dewan Pembina Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), Tgk Tarmizi Abdul Hamid dan dipandu Host Dosi Elfian. Program interaktif ini merupakan kerjasama antara SerambiFM dan KWPSI, serta didukung oleh Bank Aceh Syariah.

Tgk Tarmizi juga berpesan, agar masyarakat Aceh senantiasa berbagi dan menyambut Idul Fitri dalam kebersamaan. "Status sosial dan ekonomi dalam masyarakat bisa berubah ketika Idul Fitri. Hal tersebut sudah terjadi di Aceh, oleh karenanya sekat-sekat ini harus dicabut dan kita merayakannya bersama-sama," tandasnya.

Program bedah masalah agama yang hadir selama ramadhan ini telah sampai pada edisi terakhir. Pengurus KWPSI dan SerambiFM 90,2 Mhz serta semua pihak yang terlibat berharap program ini bermanfaat bagi masyarakat. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Mohon maaf lahir dan bathin! (*)

Tags
Ramadhan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved