82% Mahasiswa Baru tak Bisa Baca Quran

Kemampuan lulusan SMA di Aceh membaca ayat-ayat Alquran menjadi pertanyaan banyak pihak

* Disampaikan Rektor Unsyiah dalam Silaturahmi Alumni

BANDA ACEH - Kemampuan lulusan SMA di Aceh membaca ayat-ayat Alquran menjadi pertanyaan banyak pihak. Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengatakan bahwa 82 persen mahasiswa yang baru masuk Unsyiah tidak mampu membaca Alquran.

“Hanya 18 persen yang bisa membaca Alquran dengan baik atau lulus Iqra’ 6,” kata Rektor Unsyiah tersebut dalam kegiatan silaturahmi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Senin (27/7) kemarin.

Rektor membeberkan data itu di hadapan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Hadir pula Kajati Aceh Tarmizi, Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi, dan Ketua IKA Unsyiah Sulaiman Abda. Diakuinya, memang mahasiswa baru Unsyiah itu ada yang berasal dari luar Aceh.

Namun, kata Rektor Unsyiah, jumlah mereka yang berasal dari Aceh jauh lebih banyak. “Sebanyak 80 persen mahasiswa Unsyiah itu datangnya dari seluruh pelosok Aceh. Hanya 20 persen dari luar Aceh,” timpal Samsul Rizal.

Rektor Unsyiah itu mengajak semua pihak untuk mengevaluasi kembali keefektifan program-program yang pernah dicanangkan Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota, seperti program Mengaji Bakda Magrib.

“Saya bisa tunjukkan kabupaten mana yang lulus (baca quran) kurang dari 10 persen,” kata Samsul. Namun, Samsul berharap wartawan tak menulis pernyataan yang disampaikan secara terbuka itu. “Ini aib bagi kita,” kata dia.

Kajati Aceh Tarmizi yang ikut menyampaikan sambutan juga menyatakan keprihatinannya, khususnya terkait peredaran narkoba di Aceh. Alumnus Fakultas Hukum Unsyiah ini mengatakan, sepertiga kejahatan di Aceh menyangkut peredaran narkoba.

“Penindakan yang dilakukan oleh penegak hukum tidak lebih dari 15 persen. Jadi, pertanyaan saya, siapa yang menangani 85 persen lagi,” katanya. Dikatakan, kasus lain yang tinggi frekuensinya di Aceh adalah pelecehan seksual.

Sementara itu, Ketua IKA Unsyiah Drs Sulaiman Abda MSi mengajak seluruh civitas akademika Unsyiah untuk memberikan kontribusi pikiran dan gagasannya untuk kemajuan Aceh. IKA Unsyiah siap mem-back-up program-program gubernur untuk kepentingan rakyat, termasuk memberantas narkoba.

Saat ini, menurut Sulaiman, jumlah alumni Unsyiah lebih dari 100.000 orang. Mereka tersebar dan bekerja di berbagai instansi dan perusahaan, baik dalam maupun luar negeri. Jika potensi ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, maka akan memberi kontribusi signifikan untuk kemajuan pembangunan Aceh.

Di sisi lain, Sulaiman juga berharap Gubernur Aceh selalu bersinergi dengan akademisi untuk membangun Aceh yang lebih baik. Dalam laporannya, Sulaiman mengaku IKA Unsyiah punya sejumlah program yang harus mendapatkan perhatian dari Pemerintah Aceh.(sak)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved