Senin, 4 Mei 2026

Mahasiswa Pidie Demo di Simpang Arakate

Sedikitnya 18 mahasiswa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar) melaksanakan unjuk rasa

Tayang:
Editor: bakri
Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPAR) melakukan aksi demo di jalan Simpang Empat Keunirei, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Senin (24/8). Aksi demo tersebut menuntut Polres Pidie mengungkap tuntas mafia pemalsuan ijazah Unigha Sigli. SERAMBI/M NAZAR 

* Tuntut Polisi Usut Kasus Pemalsu Ijazah

SIGLI - Sedikitnya 18 mahasiswa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar) melaksanakan unjuk rasa di Simpang Empat Arakate, Keunire, Sigli, Senin (24/8). Dalam aksi itu mahasiswa mendesak polisi agar mengusut dan membongkar habis kasus pemalsuan ijazah di Kampus Universitas Jabal Ghafur (Unigha).

Dalam aksinya mahasiswa mengusung sejumlah poster, spanduk bertuliskan antara lain “We Love Polres Pidie (kami cinta polres Pidie), Tangkap pelaku pemalsu ijazah”. Lalu pendemo melakukan orasi secara bergantian di lokasi itu, dan arus lalu-lintas tetap tidak terganggu.

Koordinator Aksi, Rudi Hermawan dalam pernyataan sikap yang dibacakan di lokasi itu menyebutkan, Unigha menginjak usia 30 tahun.

Ternyata, pada usia sudah senior Unigha masih saja dirundung berbagai permasalahan, di antaranya kasus ijazah palsu. “Sungguh telah mencoreng nama baik Unigha. Ijazah palsu dilakukan mafia pendidikan,” katanya.

Maka itu, Gempar memberi apresiasi kepada Polres Pidie telah menindaklanjuti kasus ini. “Kami akan terus kawal hingga kasus ini betul-betul tuntas. Polisi harus mempublikasikan nama sindikat pemalsu ijazah di Unigha,” pintanya.

Di akhir pernyataan tertulis, Gempar membuat empat poin sikap pertama memberi apresiasi kepada Polres Pidie. Kedua mendesak untuk segera menuntut tuntas, ketiga meminta mempublikasi jaringan sindikat pembuat ijazah. Terakhir, mendesak insan hukum di Pidie agar memberikan hukuman seberat-beratnya bagi mereka terlibat. “Kami minta polisi tidak pilih kasih, terus mengusut hingga kasus itu sampai ke meja hijau,”kata koordinator aksi kepada Serambi kemarin.

Sementara itu, dalam unjuk rasa yang dilakukan di taman kota itu mengundang perhatian masyarakat dan para pengguna jalan. Namun arus lalulintas tetap lancar.

Dalam orasi menggunakan pengeras suara itu, para pendemo juga menghujat pelaku pemalsu ijazah di Unigha. “Pemalsuan ijazah di Unigha itu sangat memalukan masyarakat Pidie,” teriak seorang mahsiswa. Pada penghujung acara unjuk rasa itu kelompok mahasiswa itu juga membacakan doa dan shalawat lalu mahasiswa meninggalkan lokasi tersebut.(aya)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved